Rabu, 30 September 2026
Terkini
Area Bandung

Peran Pompa Banjir di Kota Bandung Baru Maksimal 2017

helobandung23 November 20162 menit baca
FAJRI ACHMAD NF/ BANDUNG EKSPRES BANJIR BANDANG: Luapan sungai Citepus membanjiri Jalan Pagarsih, Kota Bandung, Selasa laul (15/11). Intensitas hujan yang sering dan deras, serta banyaknya penyempitan ruas di aliran sungai Citepus mengakibatkan air meluap hingga mengganggu lalu lintas

daribandung.com, Banjir bandang yang menghantam Kota Bandung beberapa waktu lalu mengejutkan banyak pihak. Sebab, tidak hanya menggenangi titik ”langganan”, tapi kawasan baru pun mulai kena getahnya. Pompa banjir menjadi alat paling vital jika hujan intensitas tinggi terus terjadi

Publik Kota Bandung seakan tersentak. Kawasan Pagarsih yang tadinya hanya banjir biasa, kini berubah menjadi bak sungai berbahaya. Bukan karena jeram, tapi arusnya kencang. Sejumlah kendaraan pun terseret.

Menurt data Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung di 2015, tercatat di 54 lokasi. Namun titik banjir sudah berkurang.

Daerah di Bandung yang sering mengalami banjir cileuncang di antaranya, Gedegage, Sriwijaya, Cibaduyut, Pasir Koja, Leuwipanjang, Dago, Supratman, Pagarsih, Ahmad yani, Antapani, Cikadut dan lain-lain.

Sebenarnya, ketika turun hujan, pemerintah tak tinggal diam. Mereka selain menata sistem pengairan, juga menurunkan pompa air untuk menyedot air. Pompa ini menjadi sangat vital karena harus memindahkan air dengan volume tinggi dari satu tempat ke tempat lain.

Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung mengklaim, membeli lima pompa penyedot banjir dengan anggaran Rp 23,5 miliar. Dua di antaranya sudah dipasang secara permanen dan tiga lainnya masih dalam proses dan akan digunakan secara mobile.

Sekretaris Dinas Bina Marga dan Pengairan Agoes Sjafrudin mengatakan, pompa air tersebut digunakan untuk menyedot sejumlah air yang membanjiri Kota Bandung. Pemetaannya, dua di antaranya akan dipasang secara permanen di Jalan Soekarno-Hatta dekat depan Perumahan Pinus Regency dengan kapasitas 900 m3 per jam.

”Sementara tiga lainnya disesuaikan berdasarkan titik banjir saat itu,” ucap Agoes kepada Jabar Ekpsres ditemui di kantornya, baru-baru ini.

Dia memerinci, dua pompa tersebut dipasang di dalam reservoir (tempat penyimpanan dengan panjang 60 meter, lebar 40 meter dan kedalaman enam meter), ke arah sungai Cinambo. Teknisnya, air banjir di Jalan Rumah Sakit, Gedebage, Kota Bandung akan ditampung terlebih dahulu di reservoir lalu dibuang ke sungai Cinambo.

Laman: 1 2 3 4 5