Terkait dengan gorong-gorong, terdapat 21 gorong-gorong yang saat ini sedang diperbaiki. Semuanya, dilakukan pelebaran sebanyak dua meter.
Ketika ditanya, lebih jauh, drainase tidak mengatakan secara banyak. Hanya menegaskan, sedang mengevaluasi sejumlah drainase yang mengalami penyempitan. ”Kami juga sedang evaluasi sejumlah drainase yang saat ini menyempit,” katanya.
Sementara itu, di perempatan Gedebage dipasang mesin pompa banjir Gedebage yang lebih dikenal dengan tol air. Letak tol air berada di sebelah kiri jalan dari arah Jalan Rumah Sakit. Bangunan berwarna biru dengan ukuran 2×2 meter. Bangunan persis di perempatan itu bahkan kerap disangka sebagai pos polisi.
”Iya banyak yang menyangka ini pos polisi. Padahal bangunan ini sebagai tempat untuk pengendalian banjir,” kata penjaga tol air mesin pompa banjir Gedebage Arif Budiman.
Ada sejumlah petugas yang bersiaga di lokasi tersebut, mereka bekerja dengan cara di-shif. Setiap harinya ada tiga shif. Namun, ketika ada informasi banjir mereka pun hampir semuanya turun bertugas.
Pada Jabar Ekspres, Arief menunjukkan dua mesin indikator yang akan menyala otomatis jika telah mencapai batas tertentu. Lampu berwarna merah, kuning dan hijau terlihat menyala. Itu menandakan jika mesin tengah bekerja.
Bagian monitoring Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung Opik menyebutkan, kapasitas pompa tersebut berjumlah 200 liter perdetik. Dari lokasi tersebut, air limpahan dialirkan sekitar 20 meter ke sungai Cinambo dengan lebar pipa 40 sentimeter.
Peran Sumur Resapan
Sementara itu, pakar tata kota Institut Teknologi Bandung (ITB) Denny Zulkaidi mengatakan, untuk perbaikan gorong-gorong, untuk di titik banjir harus lebih lebar dan dalam. ”Jika diperlebar dua meter, di titik banjir harus ditambah lagi satu meter,” jelas Denny kepada Jabar Ekspres.

