Sabtu , Januari 16 2021
Home / Area Bandung / LAPOR! Tampung Keluhan dan Aspirasi Masyarakat Kota Bandung

LAPOR! Tampung Keluhan dan Aspirasi Masyarakat Kota Bandung

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung meluncurkan Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat atau disingkat (LAPOR!) pada 2013 lalu. LAPOR! berguna memudahkan masyarakat Kota Bandung dalam urusan pengaduan berbagai masalah kota melalui saluran pelaporan berbasis web dan mobile.

Dengan hadirnya layanan tersebut, banyak masyarakat yang memanfaatkan aplikasi LAPOR! Jenis pengaduan mulai dari jalan rusak, lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati, sampah, kinerja aparat serta pelayanan pusat lainnya yang dinilai kurang maksimal.

Kepala Sub Bagian TU (Kasubag TU) Unit Pelaksana Teknik (UPT) Pelayanan Pengaduan Masyarakat Kota Bandung Sri Marliani mengatakan, setiap laporan yang masuk Langsung diverifikasi untuk kemudian ditindaklanjuti.

”Pada 2015 lalu aduan yang paling banyak dilaporkan adalah jalan rusak, PKL, sampah, angkutan umum hingga penerimaan siswa baru. Ada juga yang melaporkan PNS karena melakukan pungutan atau tidak ramah saat melayani warga,” kata Marliani kepada Bandung Ekspres saat ditemui di ruangannya belum lama ini.

Marliani mengungkapkan, hingga September 2016, sudah masuk 1.779 laporan. Tapi, laporan yang masuk akhir akhir ini sebagian besar mengenai pelayanan di wilayah. Menurutnya, untuk mengadu sangat mudah, yaitu melalui situs www.lapor.go.id, SMS ke 1708 dengan format BDG (spasi) isi aduan, atau melalui aplikasi mobile melalui blackberry atau android.

”Aduan yang masuk, 70 persennya dilaporkan melalui SMS. Sedang 30 persen melalui website,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Staf UPT Pelayanan Pengaduan Masyarakat Furqon Hanafi memaparkan, setiap laporan-laporan yang masuk diverifikasi oleh tim kemudian didisposisikan ke dinas-dinas atau kecamatan terkait untuk ditindaklanjuti. Menurutnya, pengaduan-pengaduan yang masuk melalui LAPOR telah menjadi salah satu perhatian Wali Kota Bandung dalam mengambil keputusan serta menjadi tolak ukur penilaian kinerja Camat, Lurah, dan Kepala Dinas. Hal itu dilakukan supaya kepala dinas dan camat lurah bisa memperhatikan keluhan warga lebih cepat dan memberikan solusi.

Check Also

Pemekaran Daerah Harga Mati, Emil Desak Pemerintah Pusat Berikan Kebijakan Adil

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil akan memperjuangkan agar pemekaran daerah bisa dikabulkan ...

One comment

  1. maaf sebelumnya nama saya di samarkan.. saya takut.
    saya punya teman satu kampus namanya Amelia palamba asal dari toraja berkuliah di universitas komputer indonesia(UNIKOM) jurusan Hubungan Internasional. dia mamakai narkoba jenis ganja gorila sabu dan acid. dia pengedar sekaligus pemakai. banyak temen-temennya yang memakai karna terhasut sama Amel, termasuk teman dekat saya. dengan embel-embel memberikan gratis dan mengatakan bahwa barang tersebut sangat enak. Amel ciri2 nya bertato di kedua tangan, badan berisi tingginya 150cm kurang lebih, warna kulit hitam.. berlagak seperti laki-laki. kost di daerah sekeloa, bandung. tepanya di belakang kampus. saya sudah lapor ke polres tetapi belum ada tindakan. saya berharap lapor disini akan cepat di tangani dan ditindak lanjuti. dengar-dengar kata orang dia juga sudah termasuk di DPO(daftar pencarian orang) dia bawa buruk banget buat teman-teman saya. saya mohon segera di proses. apabila susah menemukan bisa tanya ke kampus UNIKOM biar lebih jelasnya. terimakasih banyak, saya sangat menunggu kabar selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *