Sabtu, 24 Oktober 2026
Terkini
Area Bandung

Tim Independen Bergerak ke Dhunche

helobandung4 Mei 20154 menit baca
FAJRI ACHMAD NF/BANDUNGEKSPRES MASIH DICARI: Tim independen THC berdoa bersama sebelum pergi ke Nepal untuk mencari tiga orang yang hilang
FAJRI ACHMAD NF/BANDUNGEKSPRES MASIH DICARI: Tim independen THC berdoa bersama sebelum pergi ke Nepal untuk mencari tiga orang yang hilang
FAJRI ACHMAD NF/BANDUNGEKSPRES
MASIH DICARI: Tim independen THC berdoa bersama sebelum pergi ke Nepal untuk mencari tiga orang yang hilang

darikita.com, SUMUR BANDUNG – Tim assesment Taruna Hiking Club (THC) Bandung dan tim gabungan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), TNI AU, BNPB sudah bergerak ke Nepal. Mereka melakukan pencarian terhadap tiga anggota THC yang dikabarkan hilang di negara yang baru terkena musibah gempa itu.
Kemarin (2/5), tim independen dikabarkan telah menuju Dhunche. Kawasan tersebut merupakan titik posko bantuan dan rumah sakit terdekat di kawasan Kathmandu. Dhunche juga mereupakan lokasi terdekat dari operator utama, ketika ketiga pendaki asal Bandung mulai pendakian dan komunikasi terputus.
Adalah Jeroen Hehuat, 39, Kadek Andana, 26, dan Alma Parahita, 31, yang dicari. Untuk mencari tiga orang itu, tim dari Indonesia, khususnya Bandung, dibantu oleh Kopaska. ’’Sama ada bantuan juga dari Wanadri,’’ kata Ketua THC Bandung Grahito Handaru, kepada Bandung Ekspres kemarin (2/5).
Setelah sebelumnya gempa berkekuatan 7,9 SR mengguncang Kathmandu, merobohkan bangunan dan membuat longsor salju di kawasan tersebut, tim independen mulai berangkat memulai perjalanan melalui jalur darat. Mengenai adanya rencana penggunaan helikopter dalam proses pencarian, Grahito belum bisa memastikan hal tersebut. Hanya saja, yang memang sudah bergerak merupakan tim independen yang mennggunakan jalur darat.
Grahito menjelaskan, titik pertama yang harus dicapai adalah Dhunche dulu. Tim mengumpulkan informasi, dan identifikasi. ’’Karena identifikasi ada di rumah sakit di daerah itu, apakah ada data data yang cocok sama temen-temen yang kita cari. Terus juga, kita jalurnya kan semakin deket sama kordinat akhir ya. Titik di mana temen-temen kita yang terakhir kontak itu,’’ kata dia.
Menurut dia, proses penyebaran informasi yang dilakukan tim merupakan satu-satunya hal yang paling efektif untuk menemukan ketiga temannya. Namun, dia juga selalu terbuka menerima bantuan apapun jika itu bisa membantu menyebarkan informasi. Namun, bantuan menggunakan helicopter masih abu-abu. ’’Sebelumnya udah koordinasi, dan kalau diizinkan terbang kita terbang. Cuman kalau saat ini yang sudah jalan itu melalui darat ke Dhunche,’’ papar dia.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Lalu Muhammad Iqbal menggatakan, kinerja tim evakuasi Indonesia sebenarnya sudah cukup bagus. Dalam dua hari kerja, pihaknya sudah berhasil menghubungi 10 WNI yang sebelumnya berstatus belum ditemukan. Hasil tersebut diperoleh dari tim yang menelusuri wilayah ibukota Kathmandu. ’’Hari ini (kemarin), kami berhasil menghubungi empat orang lagi. Sedangkan kemarin, kami sudah menemukan enam WNI,’’ terangnya di Jakarta kemarin (2/5).
Dengan pencapaian tersebut, pihaknya sudah mengerutkan daftar WNI yang belum bisa dihubungi menjadi enam orang. Itu terdiri dari satu WNI yang memang tinggal di Kathmandu dan lima WNI yang sedang berkunjung. Sayangnya, di antara lima WNI berkunjung masih terdapat tiga nama anggota Taruna Hiking Club (THC) yang hilang di wilayah daratan tinggi Langtang. Mereka yang berasal dari Bandung itu.
’’Saat ini, Tim Pencarian Darat akan menuju Dhunche untuk menelusuri keberadaan mereka. Pukul 08.20 waktu setempat, mereka bilang sudah mencapai Gerang. Perjalanan dilanjutkan 3-4 jam jalan kaki,’’ jelasnya.
Selain upaya darat, tim evakuasi yang dipimpin Duta Besar RI untuk Bangladesh Iwan Wiraatmadja tersebut melakukan pencarian udara dengan helikopter sewaan. Sayangnya, dia mengaku belum mendapatkan informasi lanjutan soal pencarian tersebut. ’’Belum ada laporan soal pencarian udara,’’ jelasnya.
Yang jelas, lanjut dia, pihaknya sampai saat ini masih belum menemukan WNI korban luka maupun meninggal akibat gempa Nepal. Pihaknya pun sudah memastikan ke lima rumah sakit posko korban Nepal. Yakni, TU Hospital, Bir Hospital, Norvic Hospital, Army Base dan Bandara Tribuvan. ’’Kami sudah menjelaskan ciri-ciri fisik tiga anggota THC kepada tim forensic,’’ ungkapnya.
Sampai saat ini, lanjut dia, 28 WNI sebenarnya sudah keluar dari Nepal dengan inisiatif sendiri. Sedangkan, terdapat 13 WNI yang berada di Posko menunggu kepulangan bersama tim evakuasi. Beberapa diantaranya juga menjadi relawan untuk operasi kemanusiaan di Kahtmandu.
Terkait bantuan kemanusiaan, Iqbal mengaku bahwa dua pesawat pengangkut bantuan kemanusiaan Indonesia sudah Bandara Internasional Khatmandu (2/5). Kedua pesawat tersebut adalah Garuda Indonesia A 330 yang mendarat pukul 01.00 waktu lokal dan pesawat Hercules C-130 TNI AU yang mendarat pukul 05.30 waktu lokal. ’’Total bantuan kemanusiaan mencapai 57 ton. Sehingga. proses bongkar muatnya memakan waktu 5 jam,’’ ungkapnya.
Sebelumnya dikabarkan, ketiga pendaki asal Bandung ini tengah berusaha mendaki menuju Puncak Yala di Kawasan Langtang Nepal, saat gempa terjadi. Hingga saat ini, tiga orang yang terdiri dari sepasang suami istri (Kadek dan Alma) dan satu teman (Jeroen) belum ditemukan. (fie/bil/tam)