HELOBANDUNG.COM — Pemerintah daerah di Jawa Barat mendorong keterlibatan lebih besar kalangan insinyur untuk menyelesaikan persoalan yang langsung dirasakan warga, terutama banjir dan kemacetan di kawasan perkotaan seperti Bandung.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan dorongan tersebut dalam rangkaian 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations di Bandung pada Selasa, 20 Oktober 2026. Pernyataan itu kemudian dipublikasikan pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurut gubernur, kemacetan berkaitan dengan sistem transportasi yang belum tertata optimal. Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah peremajaan angkutan umum agar lebih ramah lingkungan, aman bagi anak dan ibu hamil, sekaligus memberikan kepastian penghasilan bagi pengemudi.
Perencanaan dan etika profesi
Pembahasan teknis akan melibatkan Persatuan Insinyur Indonesia. Kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada konsep, tetapi menghasilkan rancangan yang dapat diterapkan untuk transportasi, drainase, dan infrastruktur kota.
Pemerintah juga menekankan pentingnya kode etik profesi. Kesalahan perencanaan atau teknis yang berdampak pada masyarakat perlu dibahas secara terbuka, sehingga tanggung jawab para pihak dapat ditentukan secara jelas.
Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menyatakan kesiapan organisasi profesi tersebut untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam pembenahan sektor transportasi.
Bagi Bandung, integrasi rekayasa transportasi dan pengendalian banjir menjadi penting karena kedua persoalan sering saling berkaitan. Genangan dapat menghambat lalu lintas, sementara pembangunan jalan tanpa tata air yang memadai dapat memperbesar risiko banjir.
Sumber: ANTARA Jawa Barat, 23 Oktober 2026.

