Barcelona vs Bayern Muenchen
darikita.com, BARCELONA – Bayern Muenchen selalu superior ketika datang ke Camp Nou, kandang Barcelona. Dari empat kali lawatannya ke Camp Nou, tiga kali Die Roten mencuri angka penuh. Pada semifinal Liga Champions dua musim silam, Bayern bahkan bisa menggilas Barcelona dengan tiga gol tanpa balas.
Namun, untuk leg pertama semifinal Liga Champions musim ini, Barcelona yang berada di bawah arahan Luis Enrique diprediksi bakal membalikkan prediksi di hadapan Bayern. Perbandingan grafik performa La Blaugrana yang berkebalikan nyaris 360 derajat dengan Bayern jadi kuncinya.
Terutama dalam tiga pertandingan terakhirnya pasca menyegel tempat di babak semifinal Liga Champions. Barcelona mampu menampilkan performa terbaiknya dalam tiga laga di Primera Division. Tiga pertandingan dilalui Barca tanpa satu pun kekalahan, dan catatan cleansheet tetap dipertahankan.
Mulai dari mengalahkan Espanyol 2-0 (25/4), lalu Getafe 6-0 (29/4) kemudian mencukur Cordoba dengan skor 8-0 (2/5). Catatan 16 gol dalam tiga pertandingan atau apabila dirata-rata 5,3 gol per laga ini menjadi rekor tertinggi Barca sepanjang Primera Division musim ini.
Bandingkan dengan Bayern yang seakan kehabisan bensin setelah menyingkirkan Porto dari perempat final Liga Champions. Dari tiga laga, hanya sekali kemenangan yang bisa diamankan, dua sisanya berakhir dengan kekalahan. Satu-satunya kemenangan Bayern di tiga laga itu didapat dari Hertha Berlin dengan skor 1-0 (25/4).
Sebelum terbang ke Camp Nou, Josep Guardiola sudah ’’dihukum’’ dua kekalahan, mulai dari kalah adu tendangan penalty 0-2 atas Borussia Dortmund di semifinal DFB Pokal (29/4) diteruskan dengan kekalahan 0-2 di tangan Bayer Leverkusen, akhir pekan lalu (2/5).
Dalam pre–match conference-nya tadi malam, pelatih Barca Luis Enrique menyatakan bahwa timnya akan menggunakan catatan positifnya untuk menekuk Bayern. ’’Caranya, kami harus membuat banyak gol dan menghindari kebobolan, dan menjadi skuad yang komplet. Di depan Bayern, menyerang dan bertahan harus dijalankan sama besarnya,’’ ujar Enrique, seperti yang dikutip dari Goal.
Barca diunggulkan untuk bisa menekuk Bayern di Camp Nou. Tapi, prediksi itu sama sekali tidak dijadikan acuan bagi Enrique. Karena menurutnya, untuk pertandingan babak semifinal, memprediksi klub terbaik sulit dilakukan. ’’Bedanya, sekarang kami bermain di rumah sendiri, dukungan fans jadi suntikan,’’ cetusnya.
Misi tiga angka sedikit terbantu dengan kondisi komposisi Bayern yang belum juga 100 persen. Tercatat masih ada tiga pemain pilar seperti David Alaba, Arjen Robben dan Franck Ribery yang belum pulih dari cederanya. Untungnya, Robert Lewandowski masih bisa dimainkan sekalipun sempat terkena cedera tulang hidung.
Perjumpaan dengan Guardiola berarti adu permainan bertumpu pada ball possession. Di Liga Champions musim ini, Barca dan Bayern sama-sama tercatat sebagai klub dengan penguasaan bola tertinggi. Barca dengan rasio 63,9 persen per game, sedangkan Bayern 66,1 persen.
Dikutip dari Marca, Enrique tidak mau terjebak dalam nuansa reuni antara dirinya dengan Guardiola atau Barcelona dengan Guardiola. Menurutnya, bentrok di semifinal ini adalah pertemuan dua klub, bukan antara dia dan Guardiola. ’’Saya di sini bukan mengalahkan Pep (Guardiola). Melainkan bagaimana caranya mengalahkan klub besar Eropa seperti Bayern,’’ tuturnya.
Dalam laga nanti, Bayern akan menggunakan skema back three. Pola ini kembali dipakai Guardiola setelah tujuh laga Liga Champions menggunakan back four. Dari statistic, jika menerapkan back three, baik dengan skema 3-5-2 atau 3-3-3-1, Bayern tidak pernah kalah.
Dengan back three, Bayern mengalahkan Manchester City 1-0 (17/9), CSKA Moskow 1-0 (30/9) dan membantai AS Roma 7-1 (21/10). Salah satu pemain yang dipercaya melapis back three Bayern kali ini adalah Jerome Boateng. Tapi, Boateng menganggap tensi serangan yang dihadapi saat malawan Barca berbeda.
Keganasan trio MSN andalan Barca: Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar menjadi alasannya. ’’Menghadapi Barca kami seperti kedatangan badai besar,’’ sebutnya.
Selama Liga Champions musim ini, gawang Bayern sudah bobol delapan gol, paling bobrok di antara semifinalis Liga Champions.
Keberadaan Guardiola sebagai mantan pelatih yang sudah memberikan 14 trofi untuk Barca disebut para penggawa Bayern sebagai kunci konfidensi. Salah satunya Thomas Mueller. Dari tujuh gol yang dilesakkan Bayern ke gawang Barca dalam dua leg pada dua musim lalu hadir dari Mueller. Dia mencetak tiga dari tujuh gol Bayern.
’’Kami sudah mempersiapkan pertandingan ini. Pelatih tentu sudah paham benar terkait dengan bagaimana permainan Barcelona. Dia sudah memberi kami resep supaya dapat mengalahkan Barcelona, sekarang eksekusinya berada di tangan kami,’’ ucapnya dalam situs resmi klub.
Dalam ambisinya, Mueller ingin mengulangi catatan dua musim silam. Karena, ketika itu Bayern juga sulit dikalahkan di Camp Nou. Buktinya, Bayern malah menang dalam dua leg. ’’Itu pengalaman terhebat yang kami harap bisa terulang kembali dari lawatan ke Camp Nou kali ini,’’ tegasnya. (ren/rie)


