KABUPATEN BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat regenerasi petani, pemanfaatan teknologi modern, dan akses pasar produk lokal melalui Taniverse 2026. Langkah tersebut disampaikan pada Selasa, 20 Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pertanian daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania menjelaskan bahwa daerah itu memiliki modal kuat dari berbagai komoditas unggulan. Kopi spesialti Kabupaten Bandung, misalnya, menorehkan prestasi pada kontes nasional selama dua tahun berturut-turut dan telah menembus pasar ekspor.
Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung mencatat areal perkebunan kopi rakyat sekitar 15.100 hektare pada 2025. Potensi tersebut perlu disertai regenerasi karena sebagian besar dari sekitar 77.000 petani di daerah itu sudah berusia lanjut.
Pemerintah daerah karena itu mendorong generasi muda mengenal pertanian yang lebih efisien melalui penggunaan traktor serta mesin panen otomatis atau combine harvester. Teknologi diposisikan bukan hanya sebagai alat produksi, tetapi juga sebagai cara mengubah pandangan bahwa bertani dapat menjadi profesi modern dan produktif.
Taniverse 2026 turut menjadi ruang pamer produk pertanian dan olahan lokal. Kegiatan itu mempertemukan kelompok tani, pelaku usaha, masyarakat, dan kalangan pendidikan. Rangkaian acaranya mencakup penandatanganan nota kesepahaman kelompok tani dengan Badan Usaha Milik Petani serta penyerahan sertifikasi organik.
Pengenalan pertanian kepada pelajar juga dinilai penting. Sekolah dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menanamkan kepedulian pada lingkungan, pola konsumsi sehat, dan dukungan terhadap produk UMKM setempat sejak usia dini.

