Kamis, 24 September 2026
Terkini
Area Bandung

Irfan Langsung Ditersangkakan

helobandung22 Februari 20172 menit baca
Kantuk dan Terabas Verbooden: 1. korban Irfan Taufik mengendarai sepeda motor Supra D 5859 CM di Jalan Sunda dari arah selatan ke utara. 2. Sementara itu, dari arah Jalan Naripan (arah barat menuju timur) datang Honda Brio Putih Z 1498 AL yang berpenumpang tiga orang dan dikendarai tersangka. 3. Di persimpangan Jalan Sunda, mobil seharusnya belok kiri karena ada verbooden. Namun, tersangka terus memacu kendaraannya sehingga tabrakan tidak bisa dihindari. 4. Motor tertabrak di bagian kiri oleh bagian depan mobil. Bahkan, korban sempat terhantam kaca mobil sebelum akhirnya mental sejauh delapan meter.

Di persimpangan Jalan Sunda, mobil seharusnya belok kiri karena ada verbooden. Namun, tersangka terus memacu kendaraannya sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

Akibatnya motor tertabrak di bagian kiri oleh bagian depan mobil. Bahkan, korban sempat terhantam kaca mobil sebelum akhirnya mental sejauh delapan meter. ”Korban alami luka di bagian kepala dan tewas di lokasi kejadian,” ujarnya.

Setelah insiden itu, tersangka dan dua orang temannya tidak melarikan diri dan tetap berada di lokasi kejadian. Sebelum akhirnya dibawa ke unit Laka Lantas Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan. Sementara korban meninggal sudah dikebumikan.

Sementara itu, dari informasi lokasi, kejadian tersebut terekam CCTV sebuah kantor properti yang dipasang mengarah ke jalan.

”Kantor kami pasang CCTV. Jadi kejadiannya seperti itu. (Pengendara mobil) itu tidak hanya nabrak motor, tetapi juga nabrak dua orang yang sedang nongkrong di warung tak jauh dari tabrakan pertama,” kata Teddy, karyawan perusahaan properti kemarin (21/2).

Menurut Teddy, mobil tersebut baru terhenti setelah menabrak kompresor tambal ban. Si pengemudi maut yang ternyata masih berusia sekitar 18 tahun itu sempat dipukuli warga sebelum dibawa ke Polrestabes Kota Bandung. ”Jadi, korbannya tiga orang. Satu meninggal, dua terluka. Ketiganya laki-laki,” kata Teddy.

Menurut Teddy, rekaman CCTV itu diketahuinya setelah pemilik perusahaan mengirimkan gambar tersebut ke grup Whatsapp kantor. Dia mulanya mengira hanya video biasa saja. Namun karena penasaran, dia melihat rekaman itu yang ternyata mengerikan. ”Mobilnya saja hancur. Itu pasti kecepatan tinggi,”  kata Teddy.

Saat kejadian, kondisi kantor sedang kosong. Semua pegawai sudah pulang ke rumah. Namun belakangan, pemilik perusahaan yang CCTV-nya merekam kejadian itu belakangan dipanggil polisi untuk dimintai keterangan.

Laman: 1 2 3