HELOBANDUNG.COM — Pemerintah Kota Bandung menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dapat menyumbang lebih dari 60 persen total pendapatan daerah dalam Rancangan APBD 2027. Target ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal kota.
Total pendapatan daerah pada 2027 diproyeksikan mencapai Rp7,46 triliun. Angka itu meningkat sekitar 3,74 persen dibandingkan proyeksi sebelumnya, sehingga pemerintah daerah perlu menjaga performa sumber-sumber penerimaan secara terukur.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan peningkatan PAD harus ditempuh melalui kreativitas dan kerja yang lebih agresif, tetapi tidak boleh menambah beban warga. Optimalisasi layanan, kepatuhan, dan pembenahan tata kelola menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut.
Penguatan integritas juga menjadi perhatian karena penerimaan daerah berkaitan langsung dengan kepercayaan publik. Setiap potensi pendapatan perlu dikelola secara transparan agar manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui pelayanan dan pembangunan.
Kemandirian fiskal yang lebih kuat memberi ruang bagi Kota Bandung untuk membiayai program prioritas tanpa terlalu bergantung pada transfer pemerintah pusat. Meski demikian, target tersebut tetap harus dibarengi perencanaan belanja yang disiplin dan berpihak pada kebutuhan warga.
Pembahasan Rancangan APBD 2027 selanjutnya menjadi ruang untuk menguji asumsi pendapatan, menentukan prioritas, dan memastikan target PAD realistis. Pemerintah dan DPRD juga perlu menjaga agar kebijakan penerimaan tidak menghambat kegiatan ekonomi lokal.
Sumber: Diskominfo Kota Bandung/Pemprov Jawa Barat, 22 September 2026.
Foto: Unsplash.

