Sabtu, 10 Oktober 2026
Terkini
Budaya

Garin Nugroho Hadirkan Pameran 45 Tahun Berkarya di Bandung

helobandung10 Oktober 20262 menit baca

Bandung — Sutradara ternama Garin Nugroho menghadirkan pameran merayakan 45 tahun berkarya di dunia sinema dan seni rupa Indonesia. Pameran yang bertitel “Peladang Berpindah: 45 Tahun Berkarya Garin Nugroho” tersebut dibuka pada Selasa, 18 September 2026, di Selasar Sunaryo Art Space, Ciburial.

Pameran ini menampilkan ruang-ruang visual kreatif yang bersumber dari karya-karya sinematik Garin Nugroho selama empat setengah dekade. Pengunjung dapat menjelajahi berbagai eksplorasi visual yang terinspirasi dari film-film besarnya, termasuk “Opera Jawa” (2006) dan dokumentasi visual sentimetal yang menyertainya.

Dalam bagian “Film Tari”, pameran memutar cuplikan film seperti “Sanggul” (2020) dan “Sarung” (2021). Pameran ini juga menampilkan pesan layanan publik yang mengandung unsur kesetaraan dan budaya, serta pemutaran film-film pilihan seperti “Puisi Tak Terkuburkan” (1999), “Seri Dokumenter Ikon: Sebuah Peta Budaya” (2000), “Waterfront” (2001), “Teak Leaves At The Temples” (2008), “Bulan Tertusuk Ilalang” (1995), “Soegija” (2012), dan “Nyanyian Sunyi Dalam Rantang” (2025).

Pameran “Peladang Berpindah” menjadi wadah bagi publik untuk merenungkan perjalanan artistik Garin Nugroho yang telah melintasi berbagai medium, dari sinema hingga seni rupa. Karya-karya yang ditampilkan mencerminkan refleksi mendalam mengenai budaya, identitas, dan transformasi sosial dalam konteks Indonesia.

Selasar Sunaryo Art Space di Ciburial menjadi lokasi yang tepat bagi pameran ini, mengingat lembaga seni tersebut dikenal sebagai ruang eksplorasi seni kontemporer yang mendukung apresiasi terhadap karya-karya bernilai tinggi. Pameran ini merupakan apresiasi terhadap kontribusi Garin Nugroho yang telah berkarier selama 45 tahun di dunia seni dan sinema Indonesia.

Sumber: ANTARA Jabar, 2 Oktober 2026, https://jabar.antaranews.com/berita/710423/rayakan-45-tahun-berkarya-garin-nugroho-gelar-pameran-sinema-estetik-di-bandung