HELOBANDUNG.COM — Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Bandung menekankan bahwa pembahasan perubahan APBD 2026 dan rancangan APBD 2027 harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Anggaran daerah dinilai bukan sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen untuk memperbaiki pelayanan dan memperluas manfaat pembangunan.
Pandangan umum itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Bandung pada Selasa, 15 September 2026. Rapat dipimpin Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya bersama jajaran pimpinan dan dihadiri wakil wali kota, sekretaris daerah, serta perangkat daerah.
Ukur anggaran dari dampaknya
Fraksi NasDem meminta pemerintah kota menilai program bukan hanya dari tingkat penyerapan anggaran. Ukuran yang lebih penting ialah perubahan yang dirasakan warga, mulai dari mutu pelayanan publik hingga pemerataan manfaat antarwilayah.
Penekanan tersebut penting karena perubahan APBD berlangsung ketika kebutuhan kota terus bergerak. Belanja yang disusun dengan prioritas jelas dapat membantu pemerintah merespons persoalan harian tanpa kehilangan arah pembangunan jangka menengah.
DPRD juga menjalankan fungsi pengawasan agar kebijakan pendapatan dan belanja memiliki dasar yang terukur. Pembahasan selanjutnya menjadi ruang untuk menguji target, program, serta kemampuan pelaksanaannya.
Sumber: DPRD Kota Bandung, 15 September 2026.
Foto unggulan: Afif Ramdhasuma/Unsplash.

