HELOBANDUNG.COM, BANDUNG — Palang Merah Indonesia Kota Bandung didorong memperkuat perannya dalam penanganan kesehatan mental masyarakat. Jaringan relawan dan pengalaman kemanusiaan PMI dinilai dapat dikembangkan untuk membantu pencegahan krisis psikologis, termasuk risiko bunuh diri.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan dorongan tersebut saat penutupan Bulan Dana PMI Kota Bandung 2026. Menurutnya, persoalan kesehatan mental perlu dipahami secara menyeluruh dan tidak cukup ditangani ketika seseorang sudah berada dalam kondisi darurat.
PMI diharapkan memperluas rekrutmen relawan serta memasukkan pembekalan pengenalan tanda-tanda krisis ke dalam pelatihan. Relawan bukan pengganti tenaga profesional, tetapi dapat menjadi penghubung awal agar orang yang membutuhkan memperoleh pertolongan tepat waktu.
Pemkot telah menjalankan pelatihan bagi guru Bimbingan dan Konseling untuk membantu asesmen awal terhadap siswa. Jika membutuhkan tindak lanjut, warga dapat diarahkan ke layanan profesional, termasuk psikolog klinis yang telah ditempatkan di 12 puskesmas.
Kolaborasi PMI, Dinas Kesehatan, sekolah, puskesmas, dan keluarga diperlukan karena tekanan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks. Persaingan pendidikan dan pekerjaan, persoalan keluarga, serta paparan media sosial dapat memperberat kondisi seseorang.
Akses bantuan juga perlu dibuat lebih mudah dan menjaga kerahasiaan. Pemkot menilai jalur konsultasi atau hotline perlu diperkuat kembali agar warga tidak takut mencari pertolongan. Dalam situasi darurat, masyarakat tetap perlu segera menghubungi fasilitas kesehatan atau layanan kegawatdaruratan terdekat.
Sumber: Diskominfo Kota Bandung/Pemprov Jawa Barat, 21 September 2026.
Foto ilustrasi: Unsplash.

