Senin, 26 Oktober 2026
Terkini
Warta

Barca di Ambang Treble

helobandung15 Mei 20154 menit baca
ISTIMEWA JEBOL: Neymar menciptakan gol kedua Barcelona ke gawang Bayern Muenchen dalam leg II semifinal, Rabu (13/5). Meski kalah, Barca berpeluang meraih treble winners musim ini.
ISTIMEWA JEBOL: Neymar menciptakan gol kedua Barcelona ke gawang Bayern Muenchen dalam leg II semifinal, Rabu (13/5). Meski kalah, Barca berpeluang meraih treble winners musim ini.
ISTIMEWA JEBOL: Neymar menciptakan gol kedua Barcelona ke gawang Bayern Muenchen dalam leg II semifinal, Rabu (13/5). Meski kalah, Barca berpeluang meraih treble winners musim ini.

Meski Kalah, Tetap Melaju

darikita.com, MUENCHEN – Barcelona tinggal selangkah lagi menuntaskan misi treble winners-nya di musim ini. Setelah gelar juara Primera Division dan Copa del Rey sudah berada di depan mata, kini satu tangan La Blaugrana sudah menggenggam trofi Liga Champions. Final di Berlin pada 6 Juni nanti jadi kuncinya.

Jalan menuju ke Berlin itu dirangkai dari Muenchen. Tepatnya di Allianz Arena, kandang Bayern Muenchen. Bekal kemenangan telak 3-0 pada leg pertama di Camp Nou sepekan lalu (7/5) meloloskan Lionel Messi dkk. Kendati, pada leg kedua Rabu dini hari kemarin (13/5) mereka tumbang 3-2.

Adalah dua gol Neymar yang tetap memberikan nafas tiga gelar itu. Brace Ney itu terjadi masing-masing pada menit ke-15 dan 29. Sedangkan upaya Die Roten mentok tiga gol dari Mehdi Benatia (menit ke-7), Robert Lewandowski (menit ke-59) dan ditutup Thomas Mueller (menit ke-74).

Praktis, termasuk dengan laga final di Berlin, maka Barca tinggal menuntaskan satu laga penentu juara di Primera Division, dengan bertamu ke Vicente Calderon, kandang Atletico Madrid (18/5) plus final Copa del Rey di kandang sendiri melawan Athletic Bilbao (31/5).

’’Luar biasa dalam posisi ini (membuka kans tiga gelar). Yang kami butuhkan untuk merealisasikannya hanya perlu satu kemenenangan dari tiga laga penentu itu, dan kami harus memenangi semuanya,’’ ujar pelatih Barcelona, Luis Enrique, sebagaimana dikutip di ESPN.

Seperti yang sudah dikatakan Enrique, Bayern pasti tampil mengejutkan di kandangnya sendiri. Buktinya, lagi-lagi Barca kalah dari penguasaan bola. Bahkan untuk leg kedua ini dominasi penguasaan bola Philipp Lahm dkk lebih besar. Bayern menguasai ball possession 64 persen.

Tidak hanya itu, aliran bola ke depan gawang Marc-Andre Ter Stegen juga lebih deras. Statistik Soccerway menyebut, Bayern mencatatkan 16 kali tendangan, enam di antaranya tepat sasaran. Bandingkan dengan Barca yang hanya mengandalkan counter attack efektif dengan tiga shots on goal-nya.

Kekalahan di Allianz Arena mematahkan dua rekor Barca. Pertama, rekor unbeaten-nya dalam 18 laga di semua ajang, dan kedua memutus rekor cleansheet dalam 645 menit sejak kemenangan 3-1 atas Paris Saint-Germain (PSG) di Paris, 12 April lalu. ’’Fisik Bayern benar-benar perkasa, terutama di babak kedua, mereka ingin membalikkan keadaan. Bagaimana pun, saya tetap puas dengan performa pemain, dan mereka layak mendapat kemenangan ini,’’ klaimnya.

Kini, Barca akan menantang juara Italia, Juventus, yang sukses mengandaskan Real Madrid dalam leg II semifinal di Santiago Bernabeu, Kamis (14/5) dini hari. Meski hanya bermain imbang, Juve melaju dengan kemenangan agregat 3-2.

Kepada Daily Mail, Neymar menyatakan, siapapun lawannya, Barca harus belajar dari kesalahan di semifinal ini. Terutama dari menurunnya ball possession-nya dalam dua leg sekaligus. ’’Sekarang, mungkin yang kami butuhkan hanya istirahat untuk menyiapkan diri kami sendiri. Hanya tim hebat yang akan melawan kami,’’ katanya.

Sebaliknya dengan Barca, Bayern justru mengakhiri rekor buruknya dalam empat laga tanpa kemenangan. Baik di Bundesliga, DFB Pokal atau di Liga Champions. Sebelum 2 x 45 menit di Allianz, Bayern tersingkir dari semifinal DFB Pokal usai kalah atas Borussia Dortmund 1-3 via adu penalti setelah berimbang 1-1 hingga babak tambahan.

Lalu, tiga kekalahan lainnya dialami dari Bayer Leverkusen 0-2 (2/5), Barcelona 0-3 (7/5) dan Augsburg 0-1 (9/5). Berbeda dengan leg pertama yang konfiden mengusung pola 3-4-2-1, maka di leg kedua pelatih Josep Guardiola lebih memilih 4-4-2 sebagai upaya membendung trio MSN Barca, Messi, Luis Suarez dan Neymar.

Menurut kapten Lahm, seperti dikutip dari AFP, upaya itu nyaris saja berhasil. ’’Karena mustahil bagi kami untuk membendung tiga pemain itu dalam 90 menit. Sejak awal kami percaya akan ada sebuah keajaiban, tetapi nyatanya kami tidak mampu menuntaskannya. Setidaknya kami hanya kalah di leg pertama,” tuturnya.

Akan tetapi, Guardiola tetap memberi apresiasi upaya keras pemainnya yang mencoba untuk mengejar defisit tiga gol. ’’Kami sedih, karena kami selalu ingin mencapai ke final di Berlin. Kami bermain bagus, dan kami sekarang bisa keluar dari stadion dengan kepala tegak,’’ tegas mantan pelatih Barca itu. (ren)