Selasa, 22 September 2026
Terkini
Ekonomi

Bandung Great Sale 2026 Catat Hampir 8.000 Pengunjung, Perputaran Ekonomi Dibidik Rp1,5 Miliar

helobandung26 Agustus 20262 menit baca
Ilustrasi pengunjung dan pelaku UMKM dalam Bandung Great Sale 2026
Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

BANDUNG — Bandung Great Sale (BGS) 2026 mencatat hampir 8.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan pada 21–23 Agustus 2026 di Laswi Heritage. Pemerintah Kota Bandung menilai kegiatan tersebut ikut menjaga pergerakan perdagangan, pariwisata, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Jumlah pengunjung dihitung melalui pemindaian barcode dan transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Angka sebenarnya diperkirakan lebih besar karena satu pemindai barcode dapat datang bersama anggota keluarga atau rombongan.

Pemkot Bandung masih mengolah data akhir untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai jumlah kunjungan dan nilai transaksi. Laporan pembayaran dari Bank bjb juga menjadi salah satu dasar penghitungan dampak ekonomi selama kegiatan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan perputaran ekonomi BGS di berbagai pusat perbelanjaan mencapai sekitar Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar dalam tiga hari. Selain merek komersial, agenda ini memberi ruang kepada komunitas, pelaku kuliner, dan UMKM untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.

BGS merupakan bagian dari Bulan Belanja Bandung yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Rangkaian program tersebut dirancang untuk memperkuat aktivitas ekonomi kota sekaligus mempertahankan Bandung sebagai tujuan wisata belanja dan kuliner.

Keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung. Keterlibatan UMKM, penggunaan pembayaran digital, serta kesinambungan transaksi setelah acara menjadi indikator penting agar manfaat ekonomi tidak berhenti ketika pameran selesai.

Bagi pelaku usaha, kegiatan belanja berskala kota dapat menjadi sarana menguji respons pasar, membangun basis pelanggan, dan memperluas jaringan. Sementara bagi pemerintah, data transaksi dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas promosi serta merancang kegiatan ekonomi berikutnya.

Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Sumber: Portal Jabar, 24 Agustus 2026.