BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung melakukan penyemprotan jalan dan menyiagakan fasilitas kesehatan sebagai bagian dari penanganan dampak abu vulkanik. Langkah tersebut dijelaskan dalam keterangan pemerintah pada 7 September 2026 yang diterbitkan Portal Jabar sehari kemudian.
Penyemprotan diarahkan pada ruas ramai, trotoar, serta pepohonan agar debu yang mengendap tidak kembali beterbangan. Jalan Asia Afrika dan Ir. H. Juanda termasuk kawasan yang disebut dalam penanganan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sony Bachtiar menjelaskan bahwa petugas memanfaatkan air dari hidran dan kolam retensi. Ketersediaan air saat keterangan diberikan dinyatakan mencukupi.
Wali Kota Muhammad Farhan juga meminta kesiagaan puskesmas untuk menghadapi kemungkinan gangguan pernapasan. Sekolah didorong membersihkan sisa abu dan menerapkan perlindungan bagi siswa.
Pemkot memantau stok masker sebelum menentukan skema pembagian agar pengadaan tidak memicu masalah pasokan. Dalam keterangan saat itu, pembelajaran langsung masih berlangsung.
Laporan ini merangkum tindakan yang diumumkan pada awal penanganan. Kondisi lingkungan dan kebijakan berikutnya perlu mengikuti pembaruan resmi pemerintah.
Sumber: Portal Jabar.

