BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan diri sebagai tuan rumah Forum Kota Pusaka Indonesia pada 2027. Agenda tersebut akan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, arsitektur, dan peran Bandung dalam perjalanan Indonesia kepada peserta dari berbagai daerah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan kesiapan tersebut menjelang keikutsertaan Bandung dalam forum serupa di Ternate, Maluku Utara, pada 26–30 Agustus 2026. Hasil pertemuan di Ternate akan menjadi salah satu bahan untuk menyusun format penyelenggaraan tahun berikutnya.
Forum Kota Pusaka mempertemukan pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki jejak sejarah serta peninggalan penting. Jaringan ini menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai pelestarian bangunan, kawasan, arsip, tradisi, dan pemanfaatan warisan kota secara berkelanjutan.
Bandung memiliki modal sejarah yang kuat. Pembangunan Jalan Raya Pos pada awal abad ke-19 membentuk perkembangan ruang kota, sedangkan Konferensi Asia Afrika 1955 menempatkan Bandung sebagai salah satu pusat diplomasi dunia.
Warisan itu tersebar pada bangunan art deco, koridor bersejarah, museum, ruang publik, dan kawasan yang masih menjadi bagian dari kehidupan warga. Tantangan berikutnya adalah menjaga nilai sejarah tanpa menghambat kebutuhan kota modern.
Penyelenggaraan forum pada 2027 dapat membuka peluang bagi sektor wisata budaya, ekonomi kreatif, jasa perjalanan, perhotelan, serta UMKM. Namun, manfaat ekonomi perlu berjalan seiring dengan perlindungan bangunan dan kawasan pusaka.
Pemkot Bandung akan menghimpun dokumentasi yang dimiliki perangkat daerah, termasuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Materi tersebut diperlukan agar cerita tentang Bandung disampaikan secara akurat, menarik, dan mudah dipahami peserta maupun masyarakat.
Persiapan yang matang juga dapat mendorong keterlibatan akademisi, komunitas sejarah, arsitek, pelaku wisata, dan warga. Kolaborasi diperlukan agar forum tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menghasilkan program pelestarian yang dapat diterapkan.
Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Sumber: Portal Jabar, 24 Agustus 2026.

