SUMEDANG — Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat pendampingan bagi perempuan yang menjadi kepala keluarga melalui Program Peka. Program ini diarahkan untuk membantu penerima membangun kemampuan ekonomi sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga secara lebih mandiri.
Penerapan program tersebut disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir pada Minggu, 18 Oktober 2026, saat pemerintah daerah mendampingi keluarga Yogi Saparudin, pengemudi transportasi daring yang menjadi korban pembunuhan.
Pendampingan ekonomi dan pendidikan
Program Peka berada di bawah Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dalam kasus keluarga Yogi, program disiapkan untuk membantu istri korban setelah kehilangan tulang punggung ekonomi keluarga.
Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan pendidikan bagi anak-anak korban. Pendampingan itu ditujukan agar mereka tetap dapat melanjutkan sekolah meskipun kondisi keluarga berubah akibat musibah.
Skema pemberdayaan dinilai penting karena bantuan jangka pendek perlu diikuti penguatan kapasitas penerima. Pelatihan keterampilan, akses permodalan yang aman, pendampingan usaha, dan penghubung ke pasar dapat membantu perempuan kepala keluarga memperoleh penghasilan berkelanjutan.
Keamanan pengemudi daring turut disorot
Selain membantu keluarga korban, Pemkab Sumedang meminta perusahaan aplikasi transportasi daring memperkuat sistem keselamatan pengemudi. Pemantauan perjalanan secara waktu nyata dinilai dapat membantu mendeteksi situasi berbahaya dan mempercepat respons.
Pengemudi juga diimbau menjaga komunikasi dengan komunitas serta sesama rekan kerja ketika menerima perjalanan yang dinilai mencurigakan. Masyarakat dapat menyampaikan indikasi tindak kriminal melalui layanan kepolisian 110 atau layanan darurat 112.
Pendampingan keluarga dan penguatan sistem keselamatan merupakan dua langkah yang saling melengkapi: memulihkan kondisi sosial-ekonomi korban sekaligus mengurangi risiko kejadian serupa.
Sumber: ANTARA Jawa Barat, 18 Oktober 2026.

