Jumat, 23 Oktober 2026
Terkini
Bandung Raya

Bandung Bidik 24 Juta Wisatawan, Bandara Husein Ditargetkan Layani 1 Juta Penumpang

helobandung23 Agustus 20262 menit baca
Ilustrasi wisata Bandung dan aktivitas penumpang Bandara Husein Sastranegara

Ilustrasi editorial dibuat dengan bantuan AI untuk HeloBandung.com; bukan dokumentasi peristiwa/lokasi.

HELOBANDUNG.COM, BANDUNG — Kota Bandung menargetkan kunjungan wisatawan pada kisaran 23 hingga 24 juta orang. Penguatan konektivitas udara melalui Bandara Husein Sastranegara menjadi salah satu unsur yang diharapkan membantu pencapaian target tersebut.

Pemerintah Kota Bandung menyebut bandara di pusat kota itu ditargetkan dapat melayani sekitar satu juta penumpang pada tahun pertama pengoperasian yang diperkuat. Konektivitas yang lebih mudah dinilai penting karena Bandung merupakan tujuan wisata perkotaan, kuliner, belanja, sejarah, dan kegiatan kreatif.

Akses Menjadi Penentu Perjalanan

Pilihan penerbangan yang dekat dengan pusat kota dapat mempersingkat perjalanan wisatawan. Namun, pertumbuhan kunjungan juga perlu diimbangi transportasi lanjutan, informasi perjalanan yang jelas, penataan titik turun-naik penumpang, dan pengelolaan kepadatan di kawasan wisata.

Target wisatawan bukan hanya soal jumlah orang yang datang. Lama tinggal dan belanja wisatawan akan menentukan manfaat ekonomi bagi hotel, restoran, pelaku ekonomi kreatif, pemandu, transportasi, serta UMKM oleh-oleh.

Peluang bagi Pelaku Usaha

Pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan momentum dengan memperkuat layanan pemesanan daring, informasi lokasi, metode pembayaran, serta paket wisata yang menghubungkan beberapa destinasi. Konsistensi kualitas dan ulasan pelanggan juga berpengaruh besar terhadap keputusan kunjungan.

Pemerintah dan pengelola destinasi tetap perlu menjaga kenyamanan warga. Arus wisata yang meningkat harus dikelola melalui rekayasa lalu lintas, kebersihan, keamanan, dan promosi destinasi alternatif agar aktivitas tidak menumpuk di satu kawasan.

Wisatawan disarankan memeriksa jadwal penerbangan dan moda penghubung melalui kanal resmi sebelum berangkat, karena rute dan waktu operasional dapat berubah mengikuti kebijakan maskapai serta otoritas penerbangan.

Sumber informasi: Pemerintah Kota Bandung.