Untuk diketahui, para peserta sendiri membawakan dua tarian. Salah satunya tarian wajib dari panitia, yaitu tari Keser Bojong dan Kawung Ateng. Tarian lainnya adalah tarian bebas hasil kreasi dari peserta.
Menurut pimpinan padepokan Jugala Gugum Gumbira, ajang tersebut sebagai paramerter perkembangan tari jaipong. Bahkan, Gugum tidak pernah takut akan arus globalisasi yang kini menerjang. Da mengklaim, jaipong yang dia ciptakan kini malah semakin kaya ragam jenisnya.
”Kalau dulu Jaipong itu sedikit, sekarang banyak ragamnya,” ujar Gugum sekaligus ketua penyelanggara.
Dia menjelaskan, jaipong akan terus hidup mana kala bisa menjawab tantangan zaman. Di antaranya dengan melakukan kolaborasi baik dengan kontemporer dan gerak lain agar kesenian jaipong. Hal tersebut akan membuat tari jaipong tetap bertahan dan berkembang. ”Tapi kalau musik sudah pasti, sudah di adopsi oleh daerah lain,1980 diadopsi oleh 22 negara,” ucapnya. (nit/rie)

