Ada temuan terbaru terkait bom panci, Boy menuturkan bahwa berdasar hasil olah TKP ternyata ditemukan bahan TAPT yang jenisnya prime high explosive. Jenis tersebut sangat sensitif karakternya, sehingga bila tidak hati-hati sekali bisa jadi meledak. ”Gesekan-gesekan, goncangan bisa saja meledakkannya,” terangnya.
Karena itulah, Densus 88 Anti Teror langsung memutuskan untuk meledakkan bom tersebut dilokasi. Bila, bom itu dibawa, justru bisa menimbulkan risiko yang lebih besar. ”Ini demi alasan keamanan,” terangnya.
Dia mengatakan, polisi tidak ingin mengambil risiko bom tersebut meledak saat dibawa. Karena bisa jadi, mengancam petugas atau malah masyarakat umum. ”Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan,” paparnya.
Lalu, juga terdapat bahan kimia nitrogliserin. Walau, memang bahan tersebut tidak berbahaya bila berdiri sendiri, namun dampaknya bisa memperbesar daya ledak. Sehingga, kerusakan akibat ledakan bisa lebih besar. ”Dan, semua itu bisa dibeli di toko biasa,” tuturnya.
Dia menuturkan, upaya memerangi aksi teror ini tidak boleh kendor dengan asalan apapun. Sebab, keselamatan masyarakat yang menjadi taruhannya. ”Kami ingin pastikan semua aman. Aksi bisa dicegah sebelum terjadi,” tegas jenderal berbintang satu tersebut.
Sebelumnya, kelompok teror Nur Solihin dipastikan terhubung dengan Bahrun Naim. Bahkan, Bahrun Naim yang secara langsung mengajarkan untuk meracik bahan peleda dan merakit bom melalui aplikasi telegram. (bbs/JPG/idr/fik)

