Selasa, 27 Oktober 2026
Terkini
berita utama

Terlibat Jaringan Teroris di Bekasi , Satu Keluarga Diringkus Densus 88

helobandung16 Desember 20162 menit baca
TANGKAP TERDUGA TERORIS: Tim Densus 88 menggerebek sebuah rumah kontrakan, Jalan Padasuka, Babakan Jawa, Kecematan Indihiang, Kota Tasikmalaya kemarin (15/12) pagi. Mereka menangkap terduga TS alias UA.

Kapolsek Indihiang, Kompol Tri Sumarsono mengatakan, terduga bukan warga asli Indihiang, melainkan pendatang. Mereka bekerja sebagai tukang bekam dan penjual obat herbal.

Seusai penangkapan, tim Gegana Polda Jabar menyisir rumah kontrakan terduga teroris untuk mencari barang bukti. Pencarian ini dilakukan hingga ke bagian atap rumah. ”Saat ini masih dilakukan penyisiran oleh tim Gegana Polda Jabar,” pungkas Tri

Menurut ketua RT setempat, Aang Suryana mengatakan, tidak manaruh curiga atas perbuatan pelaku. Namun dalam beberpaa bulan terjadi perubahan drastis TS dari biasanya. Dari cara pakaian, gerak-gerik dan cara pergaulan dengan tetangga.

”Biasanya TS dan suaminya bergaul dengan tetangga, namun akhir-akhir ini berubah,” papar Aan kepada wartawan.

Selain di Tasikmalaya,  Tim Densus 88 juga menangkap tiga terduga anggota jaringan teror lainnya di Depok. Dalam kesempatan itu Korps Bhayangkara mengungkap hasil olah tempat kejadian perkara (Olah TKP), dalam bom panci terkandung bahan peledak dengan tipe prime high explosive Triaseton Triperokside (TAPT).

Ketiga orang tersebut adalah, Imam Syafii, Sumarno, dan Sunarto. Ketiganya terhubung dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan berkoordinasi dengan Bahrun Naim. Tidak hanya itu, ada juga sejumlah aksi teror yang pernah dilakukan. misalnya, Imam Syafii yang melakukan dua aksi teror di sebuah minimarket pada 25 November dan Candi Resto pada 3 Desember. ”Akhirnya bisa ditangkap juga,” ungkapnya.

Sumarno dan Sunaro juga terlibat dengan aksi yang sama. Yang pasti, ketiganya juga terhubung dengan Bahrun Naim, serta kelompok yang merencanakan aksi bom panci tersebut. ”Pemeriksaan terus dilakukan,” terang mantan Kapolda Banten tersebut kemarin.

Menurutnya, bahkan ketiganya terbilang cukup lama menjadi anggota jaringan teror. Mereka mengikuti pertemuan kelompok teror beberapa tahun lalu. Yang mendapatkan instruksi secara langsung oleh Amman Abdurrahman melalui teleconference. ”Mereka langsung mendapatkan instruksi,” ujarnya.

Laman: 1 2 3