Selasa, 27 Oktober 2026
Terkini
Warta

Polisi Incar Klien dan Pelanggan

helobandung14 Mei 20155 menit baca
amel-alvi--218x300
COURTESY OF KAPANLAGI.COM AKRAB: Baby Margaretha dan Amel Alvi dalam konferensi pers film Main Tuyul. Selain dikenal sebagai model seksi, keduanya juga sering main film bergenre horor. Namun, akhir-akhir ini keduanya tersangkut masalah dugaan praktik jasa prostitusi kelas atas
RA Keceplosan Sebut Nama Amel

JAKARTA – Polisi all out untuk mengungkap jaringan prostitusi online yang diduga melibatkan artis dan model. Setelah menetapkan tersangka RA yang diduga Robby Abbas alias Obbie, 32, polisi kini mengincar sejumlah mucikari artis lain, para klien artis dan model, serta para pelanggan yang biasa menggunakan jasa mereka.

Kanit 1 Kriminal Umum (Krimum) Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Joynaldo mengatakan, polisi sudah mempunyai data siapa-siapa saja yang nanti bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus prostitusi mucikari Obbie. Para wanita dan pria hidung belang yang pernah merasakan pelayanan mereka, akan dipanggil polisi.

Untuk para artis dan model yang menggunakan jasa Obbie, Joynaldo mengaku mendapat beberapa nama dari grup media sosial yang dikelola Obbie. ’’Apabila foto dan namanya ditunjukkan satu per satu, sebagian besar pasti publik mengenalnya,’’ ujarnya.

Saat ini, satu per satu dari nama itu sedang di-search oleh polisi. Hasil sementara, nama-nama itu mudah didapat. Ada biodata dan profilnya juga. ’’Masalah namanya siapa saja, nanti saja,’’ tambahnya.

Joynaldo menambahkan, langkah polisi berikutnya adalah memanggil nama-nama yang diduga berprofesi artis, berikut pemakai jasanya untuk menjalankan pemeriksaan. Namun, para artis dan pemakai tersebut tidak dijadikan sebagai tersangka melainkan hanya sebagai saksi, seperti AA yang diduga artis Amel Alvi. ’’Ada 20 lebih wanita yang akan kami panggil untuk diperiksa sebagai saksi,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru menjelaskan, artis AA yang ditangkap bersama RA Jumat malam (8/5) hanya dijadikan sebagai saksi dan diperbolehkan pulang. Tetapi AA tetap masih menjadi pengawasan pihaknya. ’’Yang kami jadikan tersangka mucikarinya. Kalau AA Sabtu malam (10/5) sudah diizinkan pulang,’’ jelas Audie kemarin.

Menurut Audie, sesuai dengan pasal 269 dan pasal 506 KUHP tentang permucikarian pelaku hanyalah sebagai obyek. Sehingga tidak dapat dipidanakan. ’’Pemeriksaan tersangka masih tetap berlanjut. Kami juga sudah mengantongi beberapa nama mucikari artis lainnya,’’ jelasnya.

Saat pemeriksaan, Obbie memang menyebutkan nama-nama mucikari artis lainnya. Obbie mengaku, artis yang menawarkan jasa prostitusi terkadang tak hanya jual diri lewat satu mucikari. ’’Tapi ada beberapa mucikari lainnya, sehingga kami yakin jaringan penjualan jasa prostitusi artis ini meluas,’’ jelas AKP Joynaldo.

Berdasarkan keterangan Obbie, para artis tersebut hanya “menitipkan” kepada Obbie untuk dicarikan job atau pelanggan seks. Tetapi, para artis itu juga “menitipkan” tubuhnya ke mucikari lain untuk dicarikan job juga. ’’Sehingga, beberapa wanita yang diduga artis itu belum tentu milik Obbie semua,’’ lanjut Joynaldo.

Saat wawancara, wartawan berusaha memancing dengan menanyakan apakah Amel pernah meminta dicarikan pria hidung belang kepada Obbie. Si mucikari pun menjawab, ’’tanya saja sama yang bersangkutan,’’

Sadar bahwa jawabannya bisa mengumbar siapa jatidiri AA, Obbie pun kembali memberi klarifikasi. ’’Saya tidak tahu inisial AA itu,’’ jelas dia.

Sementara itu, adanya daftar inisial yang diduga milik artis pelaku bisnis prostitusi premium yang tersebar di berbagai media, memunculkan spekulasi. Di antaranya adalah BM, yang diduga merujuk kepada artis seksi Baby Margaretha.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Baby tegas membantah bahwa inisial tersebut adalah miliknya. ’’Dari dulu sudah ada seperti itu, nama aku selalu ada. Aku model seksi, imej seksi selalu dikaitkan hal-hal berbau negatif,’’ ujarnya di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, kemarin (11/5).

Dia menjelaskan buktinya. ’’Sampai sekarang nggak ada panggilan polisi atau saya diperiksa sebagai saksi,’’ terangnya.

Sang manajer, Rendi mengungkapkan bahwa Baby memang pernah beberapa kali di-booking. Biaya yang ditawarkan juga terbilang fantastis. ’’Paling rendah Rp 80 juta dia minta waktu sama Baby. Tawaran paling tinggi Rp 550 juta,’’ ungkapnya.

Soal siapa saja yang pernah mem-booking artisnya tersebut, Rendi mengaku tidak tahu. ’’Karena tidak aku gubris, itu nggak penting. Kita hanya mau kerja profesional aja dan tidak mau yang macam-macam,’’ ujarnya.

Di dunia hiburan khususnya modelling, inisial tersebut memang bukanlah hal baru. Akan tetapi, kata Baby, semua itu tergantung dari pribadi masing-masing. Dirinya pun tidak tahu dari siapa pria tersebut. ”Sudah biasa dari dulu banyak orang iseng. Kita juga nggak pernah nanggapin,” tandasnya. ”Tapi berhubung dua tahun ini dipegang manajer, semua tawaran masuk ke dia,” sambungnya.

Karenanya, saat beredar inisal BM di beberapa media, Baby tidak pernah khawatir. Dirinya mengaku tidak pernah menjual diri. ”Pasti sudah ada sih daftar seperti itu, tapi aku santai saja,” katanya.

Hanya saja, dia memang sudah mulai mengurangi aktivitasnya di dunia modelling. ”Aku memang di dunia model pada 2000 setelah 2005 mulai sinetron. Sedikit harus dikurangi, teman dekat ada yang tawarin (buat jadi cewek booking). Aku bilang aku mau cari suami saja,” katanya.

Baby sendiri mengaku tak mau ambil pusing dengan daftar inisial artis tersebut. Jika dia tergiur, bisa saja sudah dilakukan sejak dulu. ”Kalau tergiur sudah dari dulu-dulu ya,” sahutnya. Baginya hal itu memang tak lebih dari fitnah untuk menjatuhkan karir. ”Aku tahu. Menurut aku itu orang iseng, yang ingin menghancurkan karir,” tandasnya.

Sementara menurut Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Audie Latuheru, daftar tersebut tak bisa dipertanggungjawabkan. ”Tidak ada. Yang rilis itu (inisial nama) bukan kita,” terang Audie.