Kamis, 29 Oktober 2026
Terkini
Bandung Lebih Dekat

Pemudik Padat Diprediksi 1-3 Juli, Jalur Mudik Rawan Banjir

helobandung22 Juni 20162 menit baca
LINTASI BANJIR: Sejumlah pemotor melintasi arus banjir yang terjadi di Gedebade Kota Bandung.

Selain di Purworejo, bencana banjir dan longsor juga berdampak korban meninggal dan hilang di Kabupaten Kebumen. Data BPBD Kebumen menyebutkan, dua korban meninggal dan enam orang hilang. Selain itu, puluhan rumah rusak dan ratusan lain terendam banjir. Sebanyak empat jembatan di lokasi yang berbeda juga rusak.

Selain mengakibatkan korban tewas dan kerusakan bangunan, bencana tanah longsor di Banyumas Sabtu malam lalu menyebabkan empat grumbul (kelompok warga) di Desa Watu­agung, Kecamatan Tambak, terisolasi.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas Adi Candra mengatakan, empat grumbul yang masih terisolasi itu adalah Grumbul Karangjambe, Kedungeyang, Plandi, dan Siwarak. Sedikitnya ada 600 warga di empat grumbul tersebut.

Kondisi jalur mudik yang rawan bencana itu membuat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono sibuk. Kementerian yang mengurusi jalan antarprovinsi itu terus memantau kondisi titik-titik utama di jalur pantura.

Berdasar pantauan terakhir, banjir dari meluapnya air laut tersebut hanya terjadi di depan Terminal Terboyo, Semarang. ”Tempat penting lainnya seperti Stasiun Tawang tidak sampai tergenang banjir rob,” tutur Basoeki di Jakarta kemarin.

Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa ancaman banjir rob dan tanah longsor masih menghantui wilayah Jateng. ”Laporan dan prediksi dari BMKG, yang paling tinggi banjir robnya adalah pada 6 Juli. Tapi, kalau pompa-pompa sudah kami pasang dan perbaikan kami selesaikan, insya Allah bisa kami atasi,” ujar dia dengan yakin.

Karena itu, pihaknya segera menurunkan sejumlah alat berat untuk membantu membereskan kerusakan infrastruktur di sejumlah daerah di Jateng gara-gara banjir dan tanah longsor pada Sabtu (18/6) itu. (bil/dod/byu/ant/JPG/c11/c5/kim/rie)

Laman: 1 2 3 4