Perihal banyaknya sawah yang diterjang banjir dan mengancam petani gagal panen, Ganjar menjanjikan ganti rugi lewat program cadangan benih nasional. ”Kalau ada yang sudah punya asuransi pertanian, bisa langsung melakukan klaim. Tapi, kalau tanamannya cuma terendam, sedangkan tanamannya masih kecil, sangat mungkin masih bisa tumbuh.”
Sementara itu, Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menetapkan status darurat bencana hingga tiga hari mulai Senin (20/6) menyusul banjir yang menerjang Kota Solo akhir pekan lalu. Pihak terkait diminta melakukan langkah cepat untuk membantu warga terdampak.”Kalau hari Minggu (19/6) saya tidak bisa menetapkan sebagai keadaan darurat. Sebab, posisi saya kan masih warga yang terkena banjir. Makanya, sekarang baru bisa saya tetapkan,” jelasnya di balai kota kemarin.
Wali kota juga meminta dinas pekerjaan umum mendata kerusakan akibat banjir. Di antaranya pintu air Jurug yang saat banjir Minggu lalu tidak bisa ditutup. Itu membuat puluhan rumah di Kelurahan Pucang Sawit terendam, termasuk kediaman pribadi Rudy, sapaan Hadi Rudyatmo.
Longsor di Selatan
Sementara itu, dampak banjir dan tanah longsor yang melanda 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah Sabtu malam (18/6) mulai terasa kemarin. BNPB melaporkan, jumlah korban tewas terus bertambah. Data terakhir pukul 22.00 tadi malam, jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor di Jateng menjadi 56 orang. Sedangkan warga hilang tinggal 6 orang.
Kabupaten yang terdampak paling parah adalah Purworejo. Berdasar data BPBD Purworejo hingga kemarin pukul 18.00 WIB, total korban tewas bencana banjir dan longsor 40 orang. Selain itu, 7 orang hilang dan 10 lainnya terluka.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, data terkini yang dimiliki pihaknya menyebutkan bahwa 19 rumah rusak berat, 41 rumah terpendam, dan 3 jembatan di Purworejo rusak. Tiga jembatan tersebut berada di Kecamatan Loning, Mranti, dan Caok.

