Minggu, 18 Oktober 2026
Terkini
Area Bandung

Pemkab Bandung Revitalisasi 192 Sekolah dengan Anggaran Rp137 Miliar

helobandung18 Oktober 20262 menit baca
Ilustrasi kegiatan belajar di sekolah. Foto: Husniati Salma/Unsplash

KABUPATEN BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung menjalankan revitalisasi terhadap 192 sekolah negeri dan swasta. Program perbaikan sarana pendidikan tersebut memperoleh dukungan anggaran sekitar Rp137 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan perkembangan program saat meninjau SMPN 2 Cicalengka pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Pemerintah daerah memperkirakan sebagian besar dari sekitar 1.600 sekolah di Kabupaten Bandung masih membutuhkan perbaikan.

Ruang kelas dan toilet diperbaiki

Di SMPN 2 Cicalengka, pekerjaan mencakup perbaikan tujuh ruang belajar, pembangunan dua ruang kelas baru, dan penyediaan tujuh pintu toilet. Perbaikan ditujukan untuk mengurangi risiko dari bangunan yang tidak layak sekaligus meningkatkan kenyamanan belajar.

Revitalisasi sarana perlu diikuti pemeliharaan rutin agar bangunan dapat digunakan dalam jangka panjang. Sekolah juga perlu memastikan fasilitas baru mendukung akses yang aman bagi seluruh siswa dan tenaga pendidikan.

Pemerintah kabupaten menyandingkan pembenahan fisik dengan penguatan pembelajaran digital. Kemampuan guru dan siswa untuk memeriksa sumber informasi menjadi bagian penting agar perangkat digital dipakai secara bertanggung jawab.

Lingkungan belajar aman dan ramah

Selain bangunan, Pemkab Bandung mendorong pemenuhan gizi siswa melalui program Makan Bergizi Gratis serta penerapan Sapa Bedas. Program terakhir diarahkan untuk memperkuat hubungan siswa, guru, dan kepala sekolah serta membantu mencegah perundungan.

Besarnya kebutuhan perbaikan membuat pelaksanaan perlu disertai prioritas yang transparan. Kondisi struktur bangunan, jumlah siswa, ketersediaan toilet, akses air bersih, dan risiko keselamatan dapat menjadi dasar untuk menentukan sekolah yang ditangani lebih dahulu.

Sumber: ANTARA Jawa Barat, 17 Oktober 2026.