Selasa, 22 September 2026
Terkini
Bandung Raya

BRT Bandung Disiapkan Terintegrasi, Feeder Angkot dan JPO Masuk Perencanaan

helobandung21 September 20262 menit baca
Ilustrasi bus rapid transit untuk pengembangan transportasi publik Kota Bandung
Ilustrasi bus rapid transit dan transportasi publik. Foto: Unsplash.

HELOBANDUNG.COM, BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung melanjutkan persiapan Bus Rapid Transit (BRT) sebagai tulang punggung transportasi publik yang lebih nyaman dan terintegrasi. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan proyek tersebut tetap dijalankan meski proses pembangunannya memunculkan tantangan dan kekhawatiran warga.

Koridor awal BRT dirancang melayani pergerakan timur–barat. Jalurnya dimulai dari Kiaracondong menuju Alun-alun Bandung, kemudian melewati Stasiun Selatan, Kebonjati, Otista, Tegalega, dan kembali ke koridor timur. Rute ini menyentuh sejumlah pusat aktivitas serta simpul perpindahan penumpang.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian ialah rencana halte di tengah jalan di kawasan Cicadas, Jalan Jakarta, Ciroyom, dan Pasar Baru. Pemkot menyatakan aspek keselamatan akan dikaji; pembangunan jembatan penyeberangan orang dapat dipaksakan bila perhitungan teknis menunjukkan akses halte membahayakan pengguna.

Integrasi tidak berhenti pada layanan utama. Angkutan kota disiapkan menjadi feeder dengan peremajaan armada agar perjalanan dari lingkungan permukiman menuju koridor BRT lebih nyaman. Pemerintah kota juga menunggu realisasi angkutan umum menuju Bandara Husein Sastranegara untuk memperkuat konektivitas.

Pemkot membuka peluang investasi swasta untuk menyediakan fasilitas parkir di sekitar koridor. Kantong parkir dibutuhkan agar warga yang semula memakai kendaraan pribadi dapat berpindah ke angkutan massal, terutama di kawasan padat seperti Dago, Pasar Baru, Stasiun Hall, Asia Afrika, dan Kiaracondong.

Keberhasilan BRT akan bergantung pada ketepatan desain, keselamatan akses halte, kualitas feeder, serta keterbukaan pemerintah menampung masukan masyarakat. Pemerintah menargetkan manfaat sistem baru lebih besar daripada ketidaknyamanan selama masa pembangunan.

Sumber: Diskominfo Kota Bandung/Pemprov Jawa Barat, diterbitkan 15 September 2026.

Foto ilustrasi: Unsplash.