Jumat, 6 November 2026
Terkini
berita utama

FPI Minta Kapolda Dicopot

helobandung17 Januari 20172 menit baca
KERAHKAN MASSA: Ribuan massa Front Pembela Islam melakukan longmarch menuju Mabes Polri di Jakarta, Senin (16/1). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes FPI atas bentrokan yang terjadi di Bandung beberapa waktu lalu, dalam aksi tersebut mereka menuntut pencopotan Kapolda Jawa Barat.

daribandung.com, JAKARTA – Kemarin (16/1), Front Pembela Islam (FPI) menggelar demonstrasi di depan Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Demonstrasi itu memprotes soal dugaan keterlibatan Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dalam ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang sempat mengeroyok sejumlah anggota FPI Bandung pasca pemeriksaan Habib Rizieq di Polda Jawa Barat Kamis (12/1).

Pantauan Jawa Pos (Jabar Ekspres Group), ribuan orang sudah berkumpul di depan Mabes Polri sekitar pukul 09.00. Tidak begitu lama, sebuah mobil demonstrasi datang, di atasnya tampak Habib Rizieq yang berorasi.

”Kapolda Jawa Barat harus diperiksa Propam. Kapolri jangan takut periksa Kapolda yang salah,” teriaknya.

Dalam demonstrasi itu juga tampak sejumlah spanduk yang bertuliskan copot kapolda Jabar dan copot kapolda preman. Setelah orasi beberapa jam, Perwakilan dari Polri bersedia menemui perwakilan dari FPI. Dari Polri Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto, Kepala Pelayanan Markas Kombespol Budi Widjanarko dan Kombespol Setiyono menemui Jubir FPI Munarman dan Habib Rizieq.

Setelah pertemuan tersebut, Munarman mengatakan, pihaknya berterima kasih pada Polri karena bersedia menemui perwakilan DPI. ”Kami percaya semua laporan itu akan diproses,” tuturnya.

Dia mengatakan, tuntutannya untuk memeriksa Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan yang dinilai tidak profesional. Bahkan, melakukan pembiaran untuk melakukan penganiayaan terhadap para santri. ”Sudah diterima Brigjen Rikwanto dan diserap,” terangnya.

Sementara itu, Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto menuturkan, ada beberapa tuntutan dari FPI. Yakni, tidak melakukan pembiaran ormas yang melakukan kekerasan di Bandung, adanya dugaan percepatan kasus yang melibatkan FPI dan kepolisian jangan berpolitik. ”Ada juga soal permintaan evaluasi terhadap Kapolda Jabar,” tuturnya.

Laman: 1 2 3