Jumat, 25 September 2026
Terkini
Area Bandung

Debat Sarana Pendidikan Politik

helobandung2 Februari 20172 menit baca
ISTIMEWA SAMPAIKAN VISI: Paslon nomor urut satu sedang memaparkan visi misi dalam debat terbuka yang difasilitasi KPU Kota Cimahi, Selasa malam (31/1).

Sedangkan Ketua tim pemenangan paslon nomor 3 Ajay-Ngatiyana Denta Irawan merasa kecewa dengan pembatasan sebanyak 50 orang bagi setiap tim Paslon karena dengan pembatasan tersebut ia merasa kesulitan untuk membagi undangan kepada partai pendukung. “Bagi kami merasa kecewa dengan pembatasan tersebut karena dengan jumlah partai pendukung yang banyak  kami sulit untuk membagi undangan tersebut,” ungkapnya.

Namun dia mengaku, untuk menghilangkan kekecewaan dan memberi dukungan masa pendukung melakukan nobar disetiap posko posko pemenangan. (ziz/ign)

Hanya Sekali, Timses Kecewa

Semua tim pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi menyayangkan penyelenggaraan debat terbuka yang difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi hanya gelar sekali. Apalagi setiap penyampaian calon baik memberikan pertanyaan atau menanggapi hanya berdurasi 2 menit.

Menurut mereka waktu yang sempit dan jumlah debat yang hanya sekali mereka sayangkan dan dianggap kurang memuaskan masyarakat. Salahsatunya diungkapkan ketua tim pemenangan pasangan nomor urut 3 Ajay M Priyatna-Ngatiyana, Denta Irawan. Pihaknya mengakui merasa kurang puas dengan acara debat karena hanya dilakukan hanya satu kali.

”Kalau untuk durasi tidak masalah. Tapi alangkah baiknya debat terbuka ini tidak dilaksanakan sekali saja. Karena banyak yang belum tersampaikan oleh para pasangan calon karena batas waktu yang kurang panjang,” ungkap Denta di Sekretariat DPC PDIP Jalan Pesntren, Selasa (1/2).

Selain itu, pembatasan jumlah massa pendukung yang diberikan sebanyak 50 orang pertim, membuat pihaknya kesulitan ketika akan membagikan undangan. Akhirnya tim pemenangan tidak bisa  untuk diajak melihat secara langsung debat terbuka itu.

”Kami pasangan nomor tiga dengan jumlah partai pengusung yang termasuk koalisi gemuk mengalami kesulitan untuk membagikan undangan. Dengan pembatasan tersebut kami tidak bisa mengajak semua,” tambahnya.

Laman: 1 2 3 4 5