Sedangkan untuk para tim pendukung paslon serta tamu undangan, panitia mewajibkan kepada mereka untuk bersikap tertib, dilarang membawa alat peraga kampanye (APK) dan dilarang meneriakan yel- yel saat para paslon berbicara.
Debat terbuka dibagi kedalam 6 segmen dengan tema yang berbeda. Untuk segmen pertama panita memberi kesempatan ke paslon untuk memaparkan visi dan misi mereka selama 2 menit. Kemudian di segmen kedua paslon diberikan kesempatan untuk mempertajam visi dan misi tentang pembangunan sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Segmen ke tiga paslon diminta untuk memberikan pendapatnya tentang reformasi biokrasi khususnya dalam pelayanan publik. Selanjutnya pada segmen ke empat mengambil tema tentang pembangunan infra struktur dan tata ruang kota.
Segmen kelima paslon diberikan kesempatan untuk saling tanya jawab dan pada segment terakhir peserta para paslon dipersilakan memberikan closing statment. Acara tersebut dihadiri sekitar 500 masa yang terdiri dari tim pasangan calon dan para tamu undangan tersebut berjalan lancar. Meski para pendukung dari masing masing paslon bersemangat memberikan dukungan.
Sementara keterbatasan massa pendukung untuk mengikuti gelaran debat terbuka, membuat tim masing-masing calon mengadakan nonton bareng di posko masing masing tim pemenangan paslon.
Ketua Tim pemenangan pasangan calon Atty -Azul, Irvan Salim, sesuai imbauan dari Kapolres dan KPU untuk tidak mengerahkan massa ke gedung Vidya Chandra guna memberi kenyamanan kepada para pasangan calon yang melakukan debat terbuka. Pihaknya menggelar nonton bareng (nobar) disetiap DPD Partai Pendukung bahkan nobar juga dilakukan sampai di tingkat ranting. ”Untuk menjaga kodusifitas, kami gelar nobar bagi massa pendukung yang tidak bisa datang ke Vidya Chandra di beberapa titik. Yang jelas nobar digelar disetiap DPD Partai Pendukung dengan menggunakan layar lebar atau pun melalui televisi,” tambahnya.

