Hal tersebut juga turut mendorong keaktifan orang tua dalam memonitoring anaknya di sekolah. Sebagai langkah awal membayar kepercayaan orang tua kepada sekolah, pihaknya juga telah memutuskan untuk merubah paradigm Masa Orientasi Sekolah (MOS). Kegiatan tersebut saat ini telah berubah menjadi kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah. Hal itu untuk merubah paradigm buruk tentang MOS agar tidak ada lagi kekeraasan dan hal-hal negative lain yang selama ini melekat dalam kegiatan MOS sekolah.
’’Kegiatan tersebut menjadi tanggungjawab langsung kepala sekolah dan guru, siswa OSIS hanya sebagai pihak yang diperbantukan dalam kepanitiaan,’’ tandasnya.
Dengan langkah awal tersebut, diharapkan selama berjalannya kegiatan belajar mengajar, anak-anak beserta guru dan focus untuk saling transfer ilmu. ’’Intinya sekolah jangan hanya melihat anak secara akademis saja, tetapi prestasi non akademisnya pun diperhatikan. Kalau kata orang Sunda mah hasil pendidikan bukan hanya pinter, tapi juga cageur danbener,’’ tutupnya. (far/fik)













