darikita.com, SEVILLA – Di luar kegagalan meraih poin, tak ada yang perlu membuat Sevilla malu dari kekalahan 2-3 saat menjamu Real Madrid pada Minggu dini hari lalu (3/5). Mereka tetap tampil sangat, setia dengan gaya permainan yang cepat dan ofensif.

TAK BERPENGARUH: Meski dihancurkan Madrid mental Sevila tetap kuat.
Rekor tak terkalahkan dalam 34 laga kandang memang jadi terhenti. Pasukan Unai Emery itu juga jadi tertinggal tiga angka dari Valencia dalam perburuan posisi keempat, batas terakhir zona Liga Champions.
Tapi, mereka masih punya banyak kesempatan untuk merebut tiket ke ajang antarklub paling prestisius di Eropa tersebut. Baik via jalur La Liga Spanyol yang masih menyisakan tiga pertandingan, atau melalui Europa League.
Sebagai juara bertahan, tim berjuluk Los Rojiblancos itu sudah sampai semifinal dan akan menjamu Fiorentina dalam first leg dini hari nanti WIB. Kalau La Viola -sebutan Fiorentina- bisa dilewati dan begitu pula siapapun lawan di final nanti, tiket Liga Champions bakal di tangan rivals sekota Real Betis tersebut. Aturan baru UEFA memang memastikan, mulai musim ini juara Europa League berhak lolos ke Liga Champions musim berikutnya.
”Kami secara fisik dan mental kuat dan kekalahan (dari Real Madrid) tidak akan mempengaruhi kami. Kami justru bakal jadi lebih kuat seperti kami tunjukkan saat melawan Madrid yang merupakan salah satu tim terbaik di dunia,” kata Carlos Bacca, penyerang andalan Sevilla yang telah mencetak 25 gol musim ini, seperti dilansir Reuters, kemarin (6/5).
Fiorentina memang bakal datang dengan bekal kemenangan atas Cesena di Serie A, raihan tiga angka pertama tim asuhan Vincenzo Montella tersebut setelah jadi pecundang dalam empat laga sebelumnya. Tapi, tampaknya, modal itu tidak akan cukup untuk menghadang Sevilla yang tengah mencari pelampiasan.
Apalagi, semua pilar Sevilla tengah dalam kondisi fit. Jose Antonio Reyes dan Ever Banega bisa memanjakan Bacca dengan umpan tarik maupun terobosan.
Enam kemenangan beruntun di kandang dalam Europa League musim ini juga akan menggenjot konfidensi Los Rojiblancos. Apalagi, dalam tiga kesempatan lolos ke semifinal Europa League (dulu bernama Piala UEFA), mereka selalu melaju ke final. Dan, kalau sekali lagi menjadi kampiun, Sevilla bakal jadi tim pertama yang mengoleksi empat trofi ajang antarklub kelas dua di Benua Biru itu.
Tapi, bek Sevilla Timothee Kolodziejczak mengingatkan rekan-rekan setim agar tidak besar kepala duluan. ”Tak ada tim favorit di semifinal. Semua tim punya peluang sama,” kata Kolodziejczak, seperti dikutip Goal.
Pelatih La Viola Vincenzo Montella juga berkoar kalau semua kelemahan dan kekuatan Sevilla telah dia kantongi. ”Saya menonton saat mereka melawan Sevilla. Mereka tim yang solid dalam bertahan maupun menyerang. Tapi, kami datang untuk menang,” ujar Montella kepada Mediaset Premium.
Menata pertahanan bakal jadi pekerjaan rumah terbesar Montella. Kebobolan 42 gol dalam 34 laga di Serie A jelas bukan bekal memadai menghadapi Sevilla yang merupakan tim tertajam ketiga di La Liga setelah Barcelona dan Real Madrid. (ttg/asp)













