banner 728x250

Wagub Ingin Bandung dan Cimahi 100 Persen UNBK

Tahun Depan Harus Bisa

daribandung.com, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, menyatakan pelaksanaan Unas berbasis komputer lebih efektif dilaksanakan ketimbang Unas berbasis kertas dan pensil. Acuannya, menghemat anggaran.

”Kita bisa memangkas biaya ongkos, kertas dan lain sebagaian sehingga biaya pelaksanaan Unas bisa dipangkas,” ucap Dedy kepada Bandung Ekspres di SMK 4 Bandung, kemarin (4/4).

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sebanyak 538.404 siswa SMA, SMK, MA dan sederajat melaksanakan Ujian Nasional, Senin (4/4). Dari data tersebut sekitar 425.238 siswa merupakan peserta Unas berbasis kertas dan pensil. Lalu, sisanya sebanyak 113.166 siswa peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Dia menuturkan, Kota Surabaya saat ini telah seratus persen mengganakan UNBK. Padahal Surabaya merupakan kota kedua setelah Jakarta. Dia pun membandingkan dengan Provinsi DKI Jakarta yang belum menggunakan UNKBK. ”Kalau Surabaya sudah bisa, nah Kota Bandung atau Cimahi harus bisa,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai, pihaknya menegaskan, pelaksanaan tersebut akan bisa dilaksanakan ketika pengelolaan SMA/SMK diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut sudah bisa dilaksanakan pada 2017. Bahkan, dalam kurang dalam dua tahun permasalahan UNBK di seluruh SMA/SMK di Jawa Barat sudah selesai.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang sempat mendapatkan penghargaan Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Naga Bonar Jadi 2 itu pada 2007 itu memberikan wejangan kepada kepada siswa yang sedang mengikuti Unas. Dia mengatakan yang terpenting dalam pelaksanaan Unas adalah membangun karakter.

Di mana siswa yang mengikuti Unas dituntut untuk jujur dan bertanggung jawab. Hal itu, kata dia, untuk mengetahui sejauh mana integritas pelajar  dalam menyikapi masalah.  ”Untuk soalnya tidak terlalu penting. Siswa bernilai kecil saja bisa lulus Unas sekarang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Asep Hilman menyetujui hal tersebut. ”Karena tahun depan SMA/SMK sudah dikelola oleh pemerintah provinsi, tahun depan juga akan mulai pemetaan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, setiap tahun Pemprov Jabar akan melakukan regulasi secara bertahap kepada setiap sekolah yang belum mencukupi sarana komputer. Apalagi pada jenjang SMA/SMK sudah ada BOS PMU, baik itu anggaran dari pusat atau provinsi. Pihaknya akan juga mendorong pihak sekolah untuk menganggarkannya.

Diakui olehnya karena setiap sekolah memiliki murid yang berbeda. Sehingga kebutuhannya akan berbeda satu sekolah dengan sekolah lainnya. ”Kekurangan setiap pelaksanaan Unas pasti, tapi kita berusaha untuk melaksanakan sebaik mungkin,” ujarnya.

Kepala Dinas Kota Bandung Elih Sudiana menngatakan, aturan terbaru bahwa Sekolah internasional atau yang kini menjadi satuan pendidikan kerj‎a sama (SPK) diwajibkan melaksanakan ujian nasional (Unas). ”Hal ini bukan merupakan hukuman namun untuk memperjuangkan hak-hak siswanya,” tuturnya.

Di Kota Bandung, kaa dia, terdapat tiga sekolah internasional yang mengikuti Unas. Di antaranya Bandung Independent School, Nehru Internasional School Bandung dan Temasek. ”Meski pun siswa internasional yang ikut Unas memang tidak sebanyak siswa asli daerah,” tuturnya lagi.

Elih mengatakan, ada sekitar 30 orang siswa internasional yang mengikuti Unas berbasis komputer. ”Semua berjalan dengan baik, soalnya masih sama baik UNBK sekolah biasa atau internasional hanya bahasanya saja,” ungkap Elih.

Kepala Sekolah SMKN 8 Bandung Euis Purnama mengatakan, UNBK memang kali pertama dilakukan di SMKN 8 Bandung. Namun demikian, UNBK juga telah dilakukan di SMKN 1, SMKN 3 dan SMKN 13. ”Tahun lalu cuma ada 3 SMKN, sekarang ada 29 SMKN yang melaksanakan UNBK,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat Abubakar meninjau UNBK di SMAN I Lembang, kemarin (4/4). Abubakar yang didampingi Kepala Bidang SMA pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bandung Barat Hasanudin meninjau setiap ruangan untuk memastikan pelaksanaan Unas berjalan baik.

Abubakar mengaku, sempat khawatir pelaksanaan hari pertama UNas banyak siswa yang tidak hadir. Sebab, semalam berlangsung pertandingan sepakbola, final Piala Bhayangkara antara Persib Bandung melawan Arema Cronus. ”Sempat khawatir juga. Tapi Alhamdulillah, 100 persen siswa yang ikut UNBK hadir. Jumlah siswa peserta UNBK di SMAN 1 Lembang berjumlah 351 siswa. Mereka akan melaksanakan UNBK secara bergantian dibagi ke dalam tiga shif,” kata Abubakar di SMAN I Lembang.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang SMA pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten BandUnas g Barat Hasanudin menambahkan, Unas di Kabupaten Bandung Barat  terdiri atas 48 SMA, 81 SMK, dan 60 MA.

Unas SMA diikuti 4.963 peserta, SMK 6.223 peserta, MA 2.179 peserta, dan Paket C sebanyak 1.268 peserta. Totalmencapai 14.633 peserta yang meningkat dibandingkan Unas 2015 yang diikuti sekitar 12 ribuan peserta. Menggunakan 729 ruangan dengan melibatkan 1.457 pengawas. (nit/drx/rie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *