”Seperti yang disebutkan pak Iswara (Ketua Umum PBVSI Jabar), tim indoor putri hampir menjadi juara di PON Kaltim pada tahun 2008 dan kalah tipis oleh tim yang berlatih di Jabar. Dan saat tim indoor putri meraih medali emas di PON 2012 di Riau, saya melihat dan menyaksikan sendiri heroiknya perjuangan mereka meraih medali emas. Insha Allah, saat PON digelar di Jabar, saya akan terus kawal tim bola voli Jabar ini meraih medali emas PON XIX/2016,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBVSI Jawa Barat, H MQ Iswara mengaku, penunjukkan Netty Prasetyani Heryawan sebagai manajer tim bola voli indoor PON XIX Jabar sedikit banyak mampu meningkatkan motivasi para atlet. Pihaknya pun berterima kasih atas kesediaan istri Gubernur Jabar tersebut menjadi manajer tim bola voli indoor PON XIX Jabar.
”Alhamdulillah, Ibu Netty bersedia menjadi manajer tim indoor. Ini terobosan yang luar biasa dan saya melihat ada motivasi tambahan dalam diri atlet setelah Ibu Netty berkenan menjadi manajer,” tutur Iswara.
Dengan keberadaan istri Gubernur Jawa Barat dalam kontingen Bola Voli Indoor PON XIX Jabar, peluang meraih medali emas pun semakin terbuka lebar. Keberadaan Netty Prasetyani Heryawan pun dinilainya menjadi keuntungan tersendiri, khususnya, bagi tim bola voli indoor Jabar dan umumnya bagi kontingen bola voli PON XIX Jabar.
”Sebagai tuan rumah, kita sudah mendapatkan keuntungan dan previlage dengan mencoba venue terlebih dahulu, beradaptasi dengan kondisi venue, dukungan supporter dan sekarang ditambah dengan adanya ibu Netty sebagai manajer. Mudah-mudahan kita bisa kembali meraih medali emas di PON XIX dan tidak mengecewakan harapan beliau,” terangnya.
Tim bola voli indoor putri PON XIX Jabar sendiri akan melakukan training camp (TC) dan try out di negeri Sakura, Jepang, selama dua pekan. Di dua kota di Jepang yakni Osaka dan Tokyo, Amalia Fajrina dan kolega akan menjajal tim-tim bola voli lokal dan perguruan tinggi.

