Selasa , Maret 2 2021
Home / berita utama / Trauma Tinggal di Lokasi Bencana
PROSES EVAKUASI: Warga Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi saat melakukan proses evakuasi korban meninggal yang tertimbun longsor, hingga saat ini tinggal 19 orang yang belum ditemukan.

Trauma Tinggal di Lokasi Bencana

SUKABUMI – Satu korban bencana longsor di Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa.

”Sampai saat ini ditemukan satu jenazah jenis perempuan,” ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, kemarin (3/1).

Dikatakan dia, hingga kemarin, jumlah korban meninggal yang berhasil ditemukan sebanyak 14 orang.

”Jadi ada 100 korban, 64 selamat, tiga di rumah sakit, dan 14 meninggal, 19 masih proses pencarian. Data ini valid,” ucapnya.

Kasubdit Dokpol Polda Jabar, AKBP Nelson Situmorang mengatakan, satu jenazah yang ditemukan tersebut masih dalam proses identifikasi. Menurutnya, data antem morten masih cukup.

”Semua jenazah tidak ada kesulitan. Properti masih melekat, ciri ciri medis pun cukup. Ditambah keluarga korban membantu dalam memberikan data,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah korban selamat akibat bencana longsor itu mengaku bersedia direlokasi. Beberapa diantaranya bahkan menyebutkan sudah tak sanggup tinggal di tempat bencana yang menewaskan sanak keluarganya.

”Walaupun tanahnya nanti kembali bagus, tidak mungkin sanggup tinggal di situ lagi,” ujar Suherman, salah satu korban selamat longsor, kemarin (3/1).

Meskipun begitu, dirinya menunggu kepastian pemerintah. Selain itu, lokasi relokasi tergantung kesepakatan semua korban selamat. ”Kalau bisa sedikit jauh. Kalau dekat, bisa trauma,” ucapnya.

Dirinya mengaku berhasil selamat bersama anak istrinya lantaran berlindung di belakang rumah. Beruntung rumah yang ditinggalinya berada di lokasi relatif bawah dibanding rumah lain.

”Alhamdulillah kita sekeluarga selamat. Rumah pun hanya bagian depannya yang rusak, belakang masih berdiri,” ungkapnya.

Namun nasib nahas menimpa kaka ipar dan neneknya. Sampai saat ini, ke dua orang terdekatnya itu belum ditemukan. ”Kakak Ipar Ugan Sugandi, 40, dan nenek Emah, 70, belum ketemu,” terangnya.

Selama ini, dirinya berada di pemukiman warga untuk mengungsi. Dia mengaku membutuhkan beras, sembako, pakaian, dan air bersih. ”Air bersih harus, sebab itu yang paling utama,” pungkasnya.

Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono menegaskan Pemda akan menentukan lokasi relokasi. Proses pencarian relokasi setelah evakuasi korban selesai.

”Iya Pemda akan menentukan lokasinya, tapi sekarang masih fokus pencarian hingga tanggap darurat atau korban lainnya bisa ditemukan,” ujar Adjo, kemarin (3/1).

Proses pencarian lahan relokasi sendiri akan dibantu oleh Pemerintah Desa Sinaresmi. Pasalnya, pemerintah desa yang lebih tahu terkait tempat relokasinya. ”Diusahakan relokasinya di tempat yang dekat,” ucapnya.

Sehingga konsepnya nanti ialah pemerintah desa yang mengusulkan. ”Lahan diusulkan desa, nanti dicek,” ungkapnya.

Kades Sirnaresmi Iwan Suwandri mengatakan, lokasi relokasi tidak akan jauh dari tempat bencana longsor. Menurutnya sudah ada beberapa lahan yang bisa digunakan.

”Ada dua lahan yang bisa digunkakan di sekitar tempat ini. Kalau tidak rawan, bisa dipakai,” terangnya.

Namun lahan tersebut harus dibeli karena sudah menjadi milik warga. ”Pemda yang menyediakan. Lahan ada, tapi harus dibeli,” pungkasnya.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita memuji masyarakat sekitar bencana karena jiwa sosialnya masih tinggi.

”Satu nilai positif yang diambil dari penduduk Sukabumi di desa ini. Bahkan kita temukan semangat dan kesetiakawanan sosialnya masih tinggi,” ujar Agus Gumiwang, kemarin (3/1).

Menurutnya, keluarga yang kehilangan rumah tidak perlu mengungsi di tenda. Keluarga korban selamat diterima secara terbuka oleh warga lain.

”Korban yang selamat diterima dengan tangan terbuka oleh warga lain yang beruntung. Diberikan tempat tinggal, makan dan sebagainya,” ucapnya.

”Semangat sosial masih tinggi ini harus terus menerus dipelihara,” pungkasnya seperti dilansir laman rmoljabar.

Check Also

Kabupaten Bandung Rawan Bencana, BPBD Siaga Hadapi Longsor

SOREANG – Saat musim hujan, selain banjir, bencana longsor kerap terjadi di wilayah Kabupaten Bandung. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *