”Saya ingin merubah citra buruk angkot yang katanya kumuh, penyebab kemacetan, keamanannya tidak bagus dan katanya pula akan dihilangkan,” imbuhnya.
Begitulah serangkaian kisah seorang Rosihan Fahmi dari sosok seorang kepala sekolah hingga sampai penggagas gerakan Rindu menanti dan Antar. Kesemuanya itu adalah untuk memakmurkan pesantrennya. Dan dari pesantren untuk masyarakat yang sering dia katakan sebagai Pesantren For Change. (*/fik)

