Minggu , Januari 24 2021
Home / berita utama / Sektor Pendidikan Jadi Prioritas
JADI PRIORITAS: Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzanul Ulum memberikan pemaparan kepada para sekolah SMA/SMK/SLB negeri dan swasta di wilayah IV mengenai pendidikan.

Sektor Pendidikan Jadi Prioritas

BANDUNG – Sektor pendidikan khususnya SMA/SMK sudah jadi prioritas dalam lima tahun ke depan. Hal tersebut, merupakan akselerasi visi dan misi Jawa Barat sebagai provinsi Juara Lahir dan Batin.

Wakil Gubernur Uu ruzanul ulum mengatakan, prioritas pendidikan harus maju di Jabar. Sebab, majunya pendidikan disuatu daerah akan meningkatkan tarah hidup masyarakat.

’’Lewat pendidikan Indeks Pembangaunan Manusia (IPM) bisa meninggkat, maka dari itu sektor pendidikan pastui akan menjadi perhatian seriuas pemerintah,”kata Uu pada acara penguatan kepemimpinan Kepala SMA/SMK/SLB Negeri dan Swasta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat di Aula SMK NU Kaplongan, Karangampel, Kabupaten Indramayu, kemarin. (2/2).

Untuk mewujudkannya, lanjut Uu, dibutuhkan kekompakan dan kebersamaan semua pihak. Termasuk, dukungan dari semua insan pendidikan yang ada di Jawa Barat dengan membangun hubungan emosional antara insan pendidikan.

’’Guru-guru, tenaga pendidik adalah mitra bagi kami, sehingga progran kami bisa dibantu oleh bapak/ibu semua,” kata dia.

Uu berpesan, para guru dan tenaga pendidik harus mampu membuka cakrawala dan wawasan berpikir para siswa, serta mampu mengubah paradigma berpikir peserta didik tentang potensi diri. Dengan begitu, para guru tidak hanya menekankan nilai angka dan ijazah dalam setiap proses pendidikan.

Hal itu penting, mengingat jumlah pengangguran terbuka di Jawa Barat didominasi oleh lulusan SMA/SMK. Uu menekankan agar sekolah membuat program pendidikan kewirausahaan dan MoU dengan berbagai perusahaan yang bisa menyerap tenaga kerja lulusan SMA/SMK.

“Sekolah harus mengadakan MoU dengan perusahaan-perusahaan yang bisa menyerap lulusan SMA/SMK. Para kepala sekolah harus membuat program agar lulusannya tidak nganggur,” kata dia.

Selain itu, pembangunan moral melalui pendidikan karakter peserta didik adalah kunci sukses seorang siswa di sekolah berupa muatan nilai keagamaan untuk membangun karakter para siswa.

’’Dengan begitu akan bisa mengurangi dekadensi moral para siswa,” tutur Uu.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Yesa Sarwedi yang mengatakan, pendidikan karakter sudah menjadi fokus program Disdik Jabar dalam lima tahun kedepan.

Dia menyebutkan, saat ini jumlah SMA/SMK/SLB yang ada di Jawa Barat sebanyak 4.700-an unit sekolah. Sementara untuk Wilayah IX yang meliputi Kabupaten Indramayu dan Majalengka sebanyak kurang lebih 286 unit sekolah.

’’Dan kedepan program pembangunan SMA/SMK tetap akan dilakukan khususnya disetiap kecamatan yang belum memiliki sekolah,”kata dia.

Check Also

Sekolah Masih Libur, Ridwan Kamil Tak Ingin Ada Klaster Pendidikan

BANDUNG-Gubernur Ridwan Kamil tampaknya masih khawatir ada klaster baru di dunia pendidikan. Oleh sebab itu, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *