Rabu, 28 Oktober 2026
Terkini
Area Bandung

Retakan Tanah Jalan Raya Cipatat-Cianjur Semakin Parah

helobandung24 Februari 20163 menit baca
Hendrik Kaparyadi/Bandung Ekspres RUSAK: Sebuah rumah di Kampung Tagog Munding RT 03/08, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat yang ambruk karena hujan lebat berapa hari ini. Retakan tanah di kawasan itu semakin parah.

Jalan Nasional Terancam Putus

daribandung.com, Kondisi retakan tanah di Jalan Raya Cipatat-Cianjur tepatnya di Kampung Tagog Munding RT 03/08, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, semakin parah. Berdasarkan informasi yang didapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat, retakan tanah di area tersebut sudah mendekati jalan yang berjarak hanya 1-2 meter ke badan jalan nasional yang menghubungkan Bandung-Cianjur tersebut. ’’Laporan tadi pagi (kemarin) retakan tanahnya terus bertambah paska retakan sebelumnya. Malah, sekarang retakan sudah hampir mendekati jalan dan mengancam akan memutus jalan nasional,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat Roni Rudyana, di Ngamprah, Senin (22/2).

Setelah diketahui ada retakan yang mengancam memutuskan jalan, BPBD langsung melaporkan ke BPBD Provinsi Jawa Barat. Lantaran tidak mendapat respon dari BPBD provinsi, pihaknya langsung mengirimkan surat ke Dinas Bina Marga Jawa Barat untuk menindaklanjuti retakan yang mengancam jalan terputus. ’’Walaupun sekarang retakan belum ke jalan, tetap antisipasi harus dilakukan. Apalagi, saat ini masyarakat sudah resah,” ungkapnya.

Roni menambahkan, pihaknya belum mengambil langkah untuk area tersebut lantaran masih menunggu hasil kajian dari Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang akan disampaikan hari ini (23/2). Setelah kajian keluar, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah sesuai dengan rekemondasi dari Badan Geologi dan PVMBG. ’’Kita masih menunggu kajian yang akan dilakukan untuk area tersebut apakah layak untuk dibangun kembali atau tidak. Karena area tersebut sudah masuk zona kuning yang memang kalau membangun harus memiliki kontruksi bangunan yang maksimal,” paparnya.

Roni menjelaskan, panjang retakan yang merusak 7 rumah tersebut memiliki panjang retakan hingga 100 meter. Masyarakat di sana diimbau untuk lebih waspada terkait retakan tersebut. Apalagi saat ini Kabupaten Bandung Barat diberlakukan status siaga darurat bencana. ’’Status ini berlaku sampai 15 April 2016 mendatang,’’ ungkapnya.

Roni menyebutkan, saluran air di kawasan tersebut tertutup oleh reruntuhan rumah sehingga diperlukan alat berat untuk mengangkat dan membersihkan saluran air tersebut.

Diungkapkan Roni, BPBD dibantu personel TNI/Polri serta relawan yang terus memantau kondisi jalan tersebut. Bahkan pihaknya terus mengawasi juga para pengungsi yang saat ini sudah diungsikan. ’’Dari BPBD juga sudah memberikan bantuan logistik dan kebutuhan pangan kepada warga yang mengungsi,’’ katanya.

Seperti diketahui, dua rumah ambruk dan lima rumah lainnya retak serta rusak berat akibat adanya pergerakan tanah di Jalan Raya Cipatat-Cianjur tepatnya di Kampung Tagog Munding RT 03/08, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Selasa (9/2). Kendati tidak ada korban jiwa, namun tujuh kepala keluarga (KK) yang berjumlah 29 jiwa di lokasi tersebut harus diamankan ke tempat yang jauh lebih aman.

Kepala Desa Citatah Mumung mengatakan, untuk sementara para penghuni rumah yang rusak dan retak tersebut diungsikan terlebih dahulu ke rumah warga lainnya dan juga saudara mereka. Hal ini agar tidak terjadi pergerakan tanah susulan yang dapat membahayakan masyarakat. Rumah-rumah yang rusak atas nama Alan Triana, Ande, Nana, Taryono, Kosasih, Ari Wibowo dan Engkan Julaeni. ’’Kami juga belum menerima petunjuk dari pak camat dan pemkab apakah mereka harus pindah dari lokasi tersebut atau tetap di sana nantinya. Tapi, memang kalau usul saya harusnya pindah karena kondisi tanahya sudah tidak aman,” pungkas Mumung. (drx/vil)