Namun demikian, Ujang mengaku belum sepenuhnya mengetahui teori bagaimana panas bisa menjadi listrik. Dirinya hanya melihat Google serta Youtube untuk membuat alat pengkonversi panas menjadi listrik tersebut.
Bahkan, saat membuat kompor tersebut sempat mengalami beberapa kali gagal. Dengan elemen khusus, panas bara api bisa dikonversi menjadi energi listrik yang kemudian disalurkan ke generator listrik.
”Huwako merupakan kompor sederhana, seperti kompor sakti, bahannya dari kaleng cat bekas. Hanya saja, kaleng cat itu dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa menjadi kompor penghasil energi,” pungkasnya. (dn/fik)

