”Sabtu lalu saja ke lapangan sama Pak Dirjen Bina Marga untuk mengunjungi lokasi. Ada sebanyak 397 lubang di sana. Kami langsung buat strategi untuk mengatasi persoalan tersebut,” kata Herry kemarin.
Untuk strategi jangka pendek, kata Herry, pihaknya akan langsung melakukan penanganan. Rencananya, minggu depan, penanganan akan langsung dikerjakan. ”Kita akan tangani spot-spot terparah dulu dengan total 6,5 kilometer dari total 99 kilometer. Paling lambat dimulai Jumat minggu depan,” katanya.
Herry menjelaskan, pihaknya bukan hanya menutup lubang. Tapi juga membenahi saluran irigasi yang juga menjadi biang kerok kerusakan jalan yang jadi jalur mudik itu. Untuk perbaikan itu, Herry mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Jawa Tengah. Nantinya, selama proses perbaikan akan ada pengalihan arus lalu lintas.
”Angkutan dengan berat lebih dari delapan ton akan dialihkan. Mudah-mudahan dalam 1-2 bulan pekerjaannya bisa selesai dan bisa digunakan untuk mudik,” terangnya. (and/rie)

