HELOBANDUNG.COM — Pemerintah Kota Bandung meluncurkan Kesatuan Relawan Posyandu atau Keswandu untuk memperkuat kolaborasi antara PMI dan Tim Pembina Posyandu Kota Bandung.
Peluncuran ditandai dengan penandatanganan kerja sama. Program diarahkan pada pelayanan kesehatan, sosial, pertolongan pertama, dan penanganan kedaruratan di lingkungan masyarakat.
Memperkuat ketangguhan dari tingkat wilayah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut ketangguhan masyarakat tidak hanya diuji saat terjadi gempa, banjir, atau longsor. Respons terhadap kecelakaan lalu lintas dan kebakaran juga menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan.
Sistem respons kedaruratan Kota Bandung disebut mampu merespons dalam waktu kurang dari 15 menit, bahkan sekitar delapan menit pada sejumlah kondisi. Keswandu diharapkan memperluas kemampuan tersebut melalui jejaring PMI dan Posyandu.
Relawan akan membantu pendataan calon pendonor darah bagi ibu hamil berisiko, perekrutan pendonor, sosialisasi perawatan keluarga, dan peningkatan kemampuan kader dalam pertolongan pertama.
Pelaksanaannya melibatkan kecamatan, kelurahan, puskesmas, PKK, PMI kecamatan, pengurus RW dan RT, kader Posyandu, PMR, KSR, serta keluarga donor darah.
Foto: Frederick Shaw/Unsplash.
Sumber: Diskominfo Kota Bandung melalui Portal Jabar, 18 September 2026.

