Jumat, 6 November 2026
Terkini
jabar ekspress

Kegigihan Nissa dan Ibang Merintis Pesantren “Ekologi” Ath Thaariq di Garut

helobandung16 Februari 20172 menit baca
KOMPAK: Nissa dan Ibang bersama para santri bertani di Pesantren Ath Thaariq Minggu (12/2).

Ada pula ruku-ruku, padi ciherang, padi rojolele, padi sarinah, padi sanggarung, beras merah, cengek japlak, cengek gunung, cengek domba, serta cabai bali.

Semua bibit itu bisa ditanam dan tumbuh subur di lahan pertanian Pesantren Ath Thaariq. Bahkan, kualitas beras yang dihasilkan dari tangan-tangan santri sangat baik. ”Kami kombinasikan berbagai bibit, kemudian kami tebar sehingga saling menguatkan,” jelas Nissa.

Dari hasil pertanian itulah bahan pangan untuk keluarga Pesantren Ath Thaariq bersumber. Mereka tidak pernah risau ketika harga cabai melambung tinggi, tidak juga takut kekurangan beras. ”Kami bebas merdeka dari kesulitan pangan,” ujar dia bangga.

Di samping punya bibit dan hasil pertanian berkualitas, produk olahan yang mereka buat lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga pesantren. Selain teh herbal Nusantara, ada garam herbal dan gula kristal herbal dan magic tea.

Untuk makanan sehari-hari, Pesantren Ath Thaariq punya perkedel tahu daun kunyit, oseng daun bangun-bangun, urap sambung nyawa, bala-bala antanan, pecel daun binahong, serta orak-arik telur daun kelor. ”Sangat cukup untuk makan sehari-hari di sini,” ungkap ibu Salwa Khanzaa Al’Salsabil, Akhfaa Nazhat Al’Waffa, dan Qaisha Qaramitha Mulya Shadra itu.

Kebutuhan nutrisi, karbohidrat, maupun protein keluarga pesantren juga tidak pernah kurang. Semua memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lahan perkebunan mereka.

Setelah sukses dengan Pesantren Ath Taariq, Nissa dan Ibang berniat membuka pesantren serupa di wilayah Garut Selatan. Pesantren itu mereka namai Sekolah Politik Ekologi Tangoli. Garut Selatan dipilih Ibang agar pesantren tersebut bisa menjadi benteng bagi petani di wilayah itu dari serbuan pembangunan yang merusak lingkungan.

Meski santri tetap Pesantren Ath Thaariq tidak boleh lebih dari 30 orang, Nissa dan Ibang membuka diri bagi siapa saja yang ingin belajar pertanian dan peternakan ala mereka. Orang luar boleh belajar singkat selama seminggu, sebulan, atau tiga bulan, sampai dianggap cukup.

Laman: 1 2 3 4