Terus terang, sebagai ketua umum penyelenggaraan multievent ini, saya juga merasa terganggu dengan tudingan bahwa Jawa Barat telah menodai fairplay. Beberapa keputusan wasit, juri, dan hakim, menurut tudingan itu terkesan menguntungkan Jabar. Saya ingin mendudukkan hal ini secara proporsional lewat tulisan ini.
Sebagai Ketua Umum PB PON XIX Jabar, saya sangat ingin meraih Catur Sukses yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses ekonomi. Untuk soal prestasi, kami dari PB PON hanya bertugas sebagai fasilitasi karena berbagai pertandingan kita serahkan pada KONI dan Pengurus Besar Cabang Olah Raga yang bersangkutan. Mereka inilah yang memilih wasit, juri, hakim dan perangkat pertandingan lainnya.
Saya yakin mereka sangat professional tidak tidak akan menodai semangat olah raga yang dijunjungnya. Sangat kejam bila ada yang menuduh mereka menguntungkan Jabar sebagai tuan rumah. Kejam karena menuduh mereka, para wasit, juri, dan hakim menodai profesionalismenya. Kejam juga karena tidak percaya akan raihan prestasi yang telah ditorehkan atlet-atlet yang telah berlatih sedemikian lama dan sedemikian kerasnya.
Dari sisi raihan medali, sebagai Gubernur Jawa Barat, tentu saya sangat bangga dengan atlet-atlet Jabar yang sampai kemarin telah meraih 92 emas. Tuduhan Jabar curang sangat menodai sportivitas.
Dari 92 medali emas yang diraih atlet Jabar, sebanyak 77 persen diraih dari cabang olah raga terukur. Hanya 22 persen saja dari cabor yang tidak terukur. Data ini saya sampaikan untuk menjawab keraguan atlet-atlet Jabar diuntungkan wasit, juri, atau hakim.
Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk jernih melihat setiap kejadian dalam arena PON sehingga bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. Yakinlah, para atlet, official, wasit dan juri, serta kita semua sangat menjunjung sportivitas. Maju terus olah raga Indonesia. (*/rie)

