banner 728x250

H-2 Formulir C Tasik Belum Kelar

DISTRIBUSI LOGISTIK: Para pekerja di KPU Sumedang saat angkut sejumlah logistik ke Panitia Pemilih Kecamatan, belum lama ini.

BANDUNG – Hingga H-2 pemungutan dan perhitungan suara pada Rabu (27/6) masih ada proses distribusi yang belum kelar. Salahsatunya sebut Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Endun Abdul Haq distribusi formulir C masih di Kabupaten Tasikmalaya.

Karena itu lanjutnya, saat ini pihaknya tengah fokus terhadap distribusi logistik terutama mengejar target penyelesaian distribusi logistik yang belum terpenuhi, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.

”Secara umum distribusi sudah terpenuhi 70 persen. Memang ada beberapa yang belum, tetapi itu hanya Formulir C saja yang belum seperti di Kabupaten Tasikmalaya yang masih belum selesai,” tutur Endun Abdul Haq saat dikonfirmasi Jabar Ekspres di KPU Jawa Barat kemarin (27/6).

Meski demikian, dia menargetkan malam tadi seluruh produksi Formulir C akan dikebut. Sehingga sisa kebutuhan formulir c kurang lebih 2 ribu untuk Kabupaten Tasikmalaya akan terpenuhi.

”Yang belum itu hanya Kabupaten Tasikmalaya, karena rata-rata kabupaten dan kota yang lain sudah selesai. Dan, kita pun menargetkan malam ini (semalam, Red) sudah selesai. Karena memproduksi formulir C hanya butuh 2 jam dengan menggunakan mesin. Sehingga semua distribusi logistik bagi semua daerah akan selesai malam ini,” jelasnya.

Sebagai informasi sebut dia, distribusi logistik antara lain surat dan kotak suara, alat kelengkapan TPS seperti tinta, segel, hologram, sampul dan fomulir c sudah terpenuhi atau sudah siap 70 persen kecuali Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini belum selesai. Salahsatu alasannya, karena proses produksi terpotong hari libur.

Artinya kata Endun, saat ini KPU Jabar masih belum menyelesaikan kurang lebih 30 persen saja distribusi formulir c ke Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan untuk kebutuhan formulir C secara keseluruhan untuk 74.990 TPS.

”Insyallah lah malam ini bisa selesai, dan laporan per hari ini di beberapa wilayah justru logistik sudah dibagikan ke kabupaten dan kota,” katanya.

Di tempat berbeda Komisioner Divisi Hukum KPU Jawa Barat, Agus Rustandi menambahkan saat ini logistik, mulai dari surat suara dan alat kelengkapan TPS lainnya sudah didistribusikan KPU kabupaten/kotake masing-masing ke PPK dan PPS.

”Dan distribusi ini akan dilakukan paling lambat besok tengah malam atau pada Selasa 26 Juni malam logistik harus sudah berada di TPS masing-masing,” tutur Agus pada Jabar Ekspres di KPU Jawa Barat.

Alasan logistik harus sudah berada di TPS masing-masing pada rentang waktu Selasa (26/6) malam, karena KPU Jawa Barat melihat dari aspek keamanannya supaya logisik tersebut tidak banyak mengendap di TPS atau PPS. Sehingga KPU Jawa Barat dan kabupaten/kota sepakat pengiriminan logistik (alat kelengkapan TPS) didistribusikan pada Selasa malam.

Satu pengecualian untuk Kabupaten Purwakarta yang distribusi alat kelengkapa TPS nya sudah didistribusikan, karena pertimbangan wilayahnya yang susah diakses harus melewati danau menggunakan kapal seadanya. Sehingga, KPU kabupaten dan kota setempat bersepakat untuk mendahulukan distribusi kelengkapan TPS.

”Ada satu kecamatan di Kabupaten Purwakarta yang wilayahnya sulit diakses harus menyebrangi sungai, dan karena surat suara dan kelengkapan TPS lainnya ada yang tidak boleh kena air atau basah maka karena pertimbangan cuaca masih kemarau, distribusinya didahulukan oleh teman-teman di KPU Kabupaten Purwakarta,” ujarnya.

Sementara di wilayah seperti pegunungan, baik di wilayah Kabupaten Purwakarta dan daerah lainnya cenderung mudah dilalui. Sehingga, tempo pendistribusian logistik ataupun alat kelenngkapan TPS didistribusikan pada Selasa (26/6) sama dengan daerah lainnya.

”Yang jelas KPU masing-masing kabupaten/kota sudah memetakan daerah-daerah mana yang harus diperlakukan khusus dalam distribusi logistik ataupun alat kelengkapan TPSnya,” pungkasnya.

Sementara itu KPU Kota Sukabumi mengaku masih belum menerima sejumlah logistik Pilgub Jabar. Menurut Komisioner KPU Kota Sukabumi Dedi Setiadi logistic yang belum mereka terima yakni stiker dan c1 plano.

”Iya kita masih belum mendapatkan stiker dan c1 plano. Makanya, hari ini kita coba susul ke perusahaan. Mudah-mudahan nanti malam sudah ada,” ujar Dedi kemarin (25/6).

Beberapa logistik Pilgub yang sebelumnya sempat terlambat pula, saat ini sudah mulai didistribusikan ke tingkat PPK. Sebab, proses penyegelan dilakukan di tingkat PPK. ”Kemungkinan besok (hari ini, Red) sudah mulai disegel di tingkat PPK. Setelah itu, baru dikirim ke PPS dan kemudian langsung KPPS,” ungkapnya.

Sehingga, sebut Dedi kemarin mereka tak ada pergeseran kotak suara. Sehingga, prosesnya akan disekaliguskan hari ini. ”Setelah penyegelan, besok langsung ke PPS untuk transit dan dikirm juga ke KPPS,” pungkasnya.

Sementara itu Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi, M Iriawan memastikan berbagai logistik Pemilu menjelang pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 siap untuk didistribusikan ke berbagai TPS.

Hal tersebut disampaikan pria yang karib disapa Iwan Bule usai meninjau kesiapan logistik Pemilu pada tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kota Bandung. Komunikasi bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat kabupaten/kota juga terus dilakukan pihaknya agar semua logistik bisa sampai sebelum pencoblosan pada 27 Juni besok.

”Alhamdulillah logistik sudah ada di kecamatan, rencananya malam besok harus sudah sampai di tingkat kelurahan agar segera nanti di droping di TPS-TPS yang ada,” kata Iwan.

Dirinya meminta kepada penyelenggara Pemilu agar saling membantu dalam proses distribusi dengan mempersiapkan perangkat, transportasi serta pengamanan. Hal tersbut agar distribusi logistik Pemilu bisa sampai sesuai waktu yang ditetapkan. Selain itu, dirinya juga meminta penyelenggara Pemilu mampu bersikap netral.

”Saya tidak akan pernah bosan menyampaikan ini agar semua bisa dipatuhi, dipahami dan dilaksanakan,” kata dia.

Disinggung terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), Iwan mengaku sampai saat ini belum menerima laporan mengenai adanya ketidaknetralan ASN yang ada di Jawa Barat. Dirinya menilai, semua ASN sudah mengerti dengan tugas, wewenang serta kewajiban yang harus dijalankan.

Jika menemukan ASN yang tidak netral, secara tegas Iwan menyatakan akan memberikan sanksi mulai dari demosi atau penurunan jabatan ke tingkat paling rendah hingga pencopotan jabatan. Dirinya mengaku optimis Pilkada di Jawa Barat akan berlangsung dengan aman, lancar serta jujur dan demokratis.

”Itu jangan dibilang ASN tapi oknum, kalau ASN kan secara keseluruhan. Kalau ada itu pasti kita lakukan punishment atau sanksi dan penindakan,” kata dia.

Sementara untuk pengaman selama pencoblosan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat dan Kodam III Siliwangi. Menurut Iwan, seluruh pihak terkait siap menjaga kondusifitas dan mengamankan jalannya proses demokrasi di Jawa Barat.

“Kita juga berkoordinasi dengan Polda Metro karena beberapa daerah masuk wilayah hukum Polda Metro seperti Bekasi-Bekasi dan Depok,” kata dia.

Di tempat sama, Ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Alimubarok mengungkapkan, masih terdapat kekurangan logistik untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub), yakni perlengkapan panduan administrasi pencoblosan berupa formulir mulai dari C1, C2, C3, C4, dan C5. Pihaknya masih menunggu distribusi dari KPU Jawa Barat untuk ditempatkan di 4.419 TPS.

“Mudah-mudahan kekurangan sepuluh persen logistik Pilgub bisa terpenuhi hari ini. Insya Allah, besok semua logistik sudah terdistribusikan,” kata Rifqi.

Namun, dirinya memastikan seluruh logistik Pilkada mulai dari kotak, bilik dan surat suara untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung sudah berada di 30 kecamatan. Rifqi mengatakan, logistik tersebut nantinya akan didistribusikan para petugas ke TPS-TPS sebelum hari pencoblosan pada 27 Juni mendatang.

“Logistik Pilwalkot mah sudah aman. Kesiapan dari petugas KPPS maupun yang akan menjaga ketertiban TPS Kota Bandung juga sudah siap,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *