Minggu , Januari 24 2021
Home / berita utama / Disdik Jabar Resmikan Sekolah Jabar Juara
PARTISIPASI AKTIF: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat membuka peresmian Sekolah Jabar Juara (Sejajar) di Hotel Holiday Inn, Jalan Djunjunan, Kota Bandung, kemarin (19/12). Wabup berharap masyarakat berperan aktif dalam melaporkan siswa yang tidak sekolah agar ikut dalam program Sejajar.

Disdik Jabar Resmikan Sekolah Jabar Juara

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan terus berupaya meningkatkan angka partisipasi kasar (APK). Salah satunya dengan meresmikan Sekolah Jabar Juara (Sejajar).

Sejajar merupakan inovasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mengatasi layanan pendidikan menengah yang terhalang faktor ekonomi, geografis, sosial, budaya, dan lain-lainnya.

 DIRESMIKAN: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (kedua kanan) bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi (kedua kiri) saat meresmikan Sekolah Jabar Juara (Sejajar) di Hotel Holiday Inn, kemarin.

Wakil Gubernur jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengaku,  mengapresiasi tim yang sudah mencurahkan segala tenaga dan pikiran untuk mengaplikasikannya lewat teori-teori yang ada untuk menampung dan memperjuangkan apa yang diharapkan oleh masyarakat Jabar. Menurutnya, satu demi satu, program Jabar Juara sudah di-launching. Dan sudah mulai berjalan.

”Sekolah Jabar Juara, ini adalah awal dari harapan dan keinginan kami untuk mewujudkan Jabar Juara di masa yang akan datang,” kata Uu di sela-sela peresmian Sekolah Jabar Juara di Hotel Holiday Inn, Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Rabu (19/12).

BERSAMA: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (tengah) berfoto bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi paling kanan) saat meresmikan Sekolah Jabar Juara (Sejajar) di Hotel Holiday Inn, kemarin.

Uu menegaskan, Pendidikan menjadi salah satu program penting Pemprov Jabar. Sebab, pendidikan merupakan sebuah identitas daerah dan bangsa.

Negara bisa terhormat dan memiliki peringkat karena pendidikan. Jika pendidikannya hebat, maka negara dihormati dan disegani. Sebaliknya jika masyarakat di suatu negara tidak memiliki pendidikan berkualitas, maka akan dicibir negara lain.

”Termasuk Jabar jika ingin menjadi juara dalam segala bidang segala, maka semuanya berawal dari pendidikan. Maka pendidikan menjadi program kami menuju Jabar Juara,” tegasnya.

Dia juga berharap, masyarakat di Jawa Barat mendukung program Sejajar. Bagimana bentuk dukungannya? ”Laporkan jika ada tetangga atau saudara yang mengalami kondisi tidak sekolah. Sehebat apa pun program ini kalau tidak ada peserta didiknya percuma,” tegasnya.

Uu menegaskan, program Sejajar ini selaras dengan sekolah regular. Contohnya, seseorang yang ingin menjadi Pegawai Agama Honorer (PAH). Jika tidak memiliki ijazah SMP, maka orang tersebut tidak akan diterima meski dari sisi keilmuan melebihi yang lulusan SMP.

”Maka dari itu, Sejajar adalah solusi bagi masalah-masalah yang dicontohkan tersebut,” kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi mengungkapkan, Disdik Jabar aktif dalam menyisir siswa yang tidak melanjutkan sekolah. Mereka tidak dibebankan biaya pendaftaran alias gratis.

Menurut Hadadi, Sekolah Jabar Juara merupakan upgrade dari SMP terbuka, atau jenjang menengah SMA Terbuka. Untuk SMK, Sekolah Jarak Jauh (PJJ). Program ini diproritaskan untuk anak yang tidak bisa sekolah pada umumnya. Mulai dari faktor kekurangan biaya, harus bekerja membantu orangtua. Sehingga tidak ada waktu untuk sekolah.

”APK pendidikan menengah Jabar sekitar 81.65 persen, target 2020 bisa mencapai 90 persen,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah menengah terbuka merupakan program pendidikan layanan khusus untuk peserta didik yang digratiskan serta menginduk ke sekolah negeri dan swasta yang ditunjuk.

Dia menekankan, Sekolah Jabar Juara bukan program swasta. Tapi, istimewanya, kata dia, Sekolah Jabar Juara ini bisa dihadirkan oleh se­kolah negeri atau swasta. ”Secara legal formalnya, ijazah anak tetap kepala sekolah reguler,” tegasnya.

Hadadi berharap, Sekolah Jabar Juara tidak sampai turun grade. Sebab, pembelajarannya lebih fleksibel. Tapi karena kegiatan belajar mandiri, maka pembelajaran bisa menggunakan modul online atau pun manual. ”Sebenarnya, serba dimudahkan. Yang sulit memang memotivasi anak tersebut supaya mau melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Di balik banyaknya faktor yang mendorong putus sekolah, Hadadi mengungkapkan, penjaringan siswa Sekolah Jabar Juara lebih panjang. Malah dikatakan terakhir setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan seleksi swasta.

”Jadi bukan akal-akalan. Kami menyisir mereka yang tidak lolos PPDB dan tidak sekolah karena tidak melanjutkan,” ujarnya lagi.

Hadadi memaparkan, lulusan Sekolah Menengah Terbuka mencapai 36 ribu siswa. Tahun ini, kata dia, ditargetkan mencapai 39 ribu siswa dari 27 kabupaten/kota.

”Meski demikian, realisasi kami baru mencapai 15 ribu. Ini tentu jadi tugas kami untuk lebih giat lagi menjaring siswa di Sekolah Jabar Juara,” jelasnya sambil menambahkan, sebelum 2017 (diresmikan, Red), siswa sekolah menengah terbuka hanya 2.000 orang.

”Tentu kami juga evaluasi. Diharapkan, tidak mengurangi keseriusan kami memajukan pendidikan,” tandansya.

Di tengah banyaknya rintangan Sekolah Jabar Juara, Hadadi berharap, orangtua juga ikut berperan untuk mendorong siswa kembali belajar. Sebab, selama ini ada anggapan mau sekolah atau pun tidak sekolah, sama saja.

”Ini yang perlu diubah. Memang perlu upaya lebih besar menyosialisasikan ini kepada orangtua. Terutama menekankan bahwa sekolah itu wajib. Dan ini juga untuk masa depan siswa tersebut,” tandasnya lagi.

Disinggung kawasan mana yang hingga saat ini masih menjadi target, Kadisdik menegaskan, Kabupaten Cianjur, Sukabumi, Bogor hingga Garut menjadi target penyisiran. Sebab, infrastruktur kelas di wilayah tersebut belum memadai.

Check Also

Tindak Manipulasi Domisili, Bukti PPDB Transparan

BANDUNG – Panitia Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat 2019 menyebut, pendaftaran dengan sistem online ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *