Kamis, 24 September 2026
Terkini
berita utama

Atalia Puji Penurunan Angka Stunting

helobandung22 Februari 20192 menit baca
SANGAT DIAPRESIASI: Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil mengapresiasi penurunan angka stunting di Kabupaten Garut.

BANDUNG – Ketua Tim Peng­gerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil mengung­kapkan apresiasinya atas ki­nerja Bupati Garut bersama para jajarannya yang bergerak cepat dalam upaya mengurangi angka stunting di Kabupaten Garut. Ini diungkapkan Atalia saat membuka Lomba Kader PKK Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Sekretariat TP PKK Prov. Jabar, Jl. Soekarno Hatta No. 468 Bandung, Kamis (21/2).

“Ketika data ini muncul, mereka dengan semangat langsung mela­kukan berbagai langkah yang lebih dalam lagi, di antaranya melakukan sosialisasi dan edukasi

Sehingga sebelum gerakan ini deklarasikan oleh Bapak Gubernur, ternyata sudah langsung dilaksanakan oleh perangkat-perangkat daerah di wilayah Kabupaten Garut,” ungkap Atalia.

Sebelumnya, diketahui ha­sil dari Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 tingkat Nasional, presentase stunting sebesar 29,6% meningkat di­banding tahun 2016 sebesar 27,5%.

Lihat Juga:  Pemkab Targetkan Peningkatan PAD di 2019

“Hal itu berarti, inovasi dan inisiatif diperlukan dalam pelaksanaan pence­gahan stunting. Maka hari ini kita berkumpul, agar kita bisa betul-betul men­dalami kasus stunting ini,” tambahnya.

Dengan tema ‘Melalui lomba kader ini kita tingkat­kan pengetahun, keterampi­lan, dan peran serta kader dalam upaya menangani stunting’, Atalia berharap sebagai agen, kader PKK mampu berkontribusi se­cara langsung untuk mem­bantu meringankan beban pemerintah, terutama dalam hal pencegahan stunting.

“Dalam kesempatan ini saya akan membahas tentang stunting yang sudah men­jadi program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan su­dah berkomitmen dengan Deklarasi Jabar Zero Stunting pada November lalu. Kita berharap dalam lima tahun kedepan zero stunting itu dapat terealisasi di Jawa Ba­rat,” harap Atalia.

“Zero stunting ini artinya tidak ada kasus baru. Oleh karena itu peran kita di TP PKK di masing-masing Ka­bupaten/Kota betul-betul bisa memantau masyarakat, bisa memberikan edukasi dan sosialisasi pada masyarakat,” sambungnya.

Sebagai garda terdepan, Atalia menyarankan dalam melaksanakan tugasnya, para kader dapat melekat pada Dinas terkait, juga pada perangkat ke wilayahan teru­tama perangkat desa dan kelurahan.

Sehingga ke depan, semua elemen ini bisa bergerak ber­sama-sama dengan lebih cepat dan lebih ngabret.