banner 728x250

Alun-alun Cililin Prioritas Pembenahan

Alun-alun Cililin Prioritas Pembenahan HENDRIK KAPARYADI/BANDUNG EKSPRES JADI PRIORITAS: Salah seorang warga saat melihat lapangan Alun-alun Cililin yang dibuat lapangan olahraga basket belum lama ini.
Alun-alun Cililin Prioritas Pembenahan
Butuh Dana Rp 3 Miliar

daribandung.com, Alun-alun Cililin menjadi salah satu prioritas Pemkab Bandung Barat untuk diperbaiki di tahun 2016 ini. Rencananya, satu-satunya alun-alun yang ada di wilayah selatan ini akan diperbaiki dengan kelengkapan yang memiliki fungsi publik yaitu memiliki fasilitas umum seperti sarana olahraga, jogging track, dan fungsi resapan.

Selain itu, di area alun-alun tersebut akan ada taman yang juga bisa digunakan untuk upacara. Hal tersebut diungkapkan Kepala UPT Pertamanan pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Bandung Barat Lia Yulia di Ngamprah, Kamis (7/1).

Penataan Alun-alun Cililin ini sesuai dengan perhitungan membutuhkan anggaran hingga Rp 3 miliar. Namun, lantaran anggaran yang tidak mencukupi, pihaknya hanya bisa mengalokasikan Rp 200 juta. Anggaran ini akan diupayakan agar penataan alun-alun ini dapat memberikan ruang bagi publik yang juah lebih nyaman.

Alun-alun yang memiliki luas sekitar 6.600 meter persegi tersebut akan ditata secara bertahap. ”Di tahun ini akan kita tata secara bertahap. Kita ingin Alun-alun Cililin ini menjadi kebanggaan wilayah selatan,” bebernya.

Sesuai perencanaan, kata dia, nantinya Alun-alun Cililin tidak lagi dikelilingi tembok tinggi namun akan dibiarkan terbuka sehingga orang dari luar bisa leluasa memandang ke dalam. Penataan alun-alun sekaligus pula dengan menata trotoar di sekeliling luarnya. Hanya saja dengan alokasi anggaran sebesar Rp 200 juta dari APBD Kabupaten Bandung Barat tahun 2016 penataan tidak bisa dilakukan seluruhnya.

Mengenai keberadaan lapangan basket di dalam Alun-alun, Lia menyatakan akan tetap dipertahankan. Hal itu hasil musyawarah dengan tokoh masyarakat Cililin, aparat desa, serta dari unsur pemerintahan kecamatan.

”Kami mengembalikan kepada tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan itu, apakah masih diperlukan atau tidak lapangan basket di Alun-alun Cililin. Karena semua sepakat masih dibutuhkan, jadinya lapangan basket tetap dipertahankan,” tutur Lia.

Menurutnya, di Kabupaten Bandung Barat baru ada dua alun-alun yakni di Cililin dan Lembang. Idealnya, setiap kecamatan memiliki alun-alun untuk sarana berkumpul masyarakat serta dilengkapi dengan taman. Bahkan keberadaan taman harus ada sampai tingkat RT/RW. ”Memang kita harapkan setiap kecamatan ada taman dan alun-alun. Namun, sementara baru dua,” ujarnya.

Selain Alun-alun Cililin, untuk memberikan keindahan dan mempercantik area Kompleks Pemkab Bandung Barat, pemerintah berencana akan membangun plaza terbuka. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan taman, sehingga bisa dinikmati masyarakat sekitar sebagai ruang publik. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat, Anugrah.

Dia mengungkapkan, pembangunan plaza di Kompleks Pemkab Bandung Barat tersebut kini tengah dalam perencanaan. Rencananya, kata dia, plaza tersebut akan mulai dibangun pada triwulan kedua tahun 2016. ”Sehingga nantinya akan lebih indah dan hijau dengan adanya pembangunan taman dan pohon. Areal di sekitar kompleks perkantoran ini akan ditata dan dipercantik, mulai dari depan gerbang perkantoran hingga ke bagian bawahnya,” katanya.

Plaza tersebut, lanjut Anugrah, akan dibangun di dalam kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat. Namun, kawasan itu terbuka untuk umum, sehingga masyarakat bisa menikmatinya. Selain akan dibangun taman, kawasan plaza tersebut juga akan dilengkapi dengan sarana penunjang lainnya, seperti lampu taman dan tempat sampah.

”Kita berharap area kantor pemkab akan lebih ramai dikunjungi masyarakat. Baik itu hanya sekadar untuk nongkrong bersama keluarga. Kita hanya mengimbau agar menjaga kebersihan saja,” ujarnya.

Selain di kawasan pemkab, penataan juga akan dilakukan di sejumlah wilayah perbatasan, seperti di Cipatat, Cikalongwetan, dan Lembang. Penataan tersebut dilakukan untuk menyambut para pengendara yang memasuki wilayah Kabupaten Bandung Barat.

”Penataan rencananya akan dilakukan dengan membuat taman-taman. Ya, minimal ada monumen selamat datang,” ujarnya. (drx/fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *