Rabu, 28 Oktober 2026
Terkini
Area Bandung

Kilasan Hasil Kinerja Pemkot Sebelum dan Setelah Reformasi Birokrasi

helobandung1 Maret 20163 menit baca
BERPRESTASI: Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial (paling kanan), Wagub Jabar Dedy Mizwar (ketiga kiri) dan kepala daerah lainnya berpose dalam Kominfo Award Jabar 2015.

Daribandung.com, Reformasi Birokrasi berhasil terjadi di Pemerintah Kota Bandung. Dua kata itu juga yang menjadi spirit kerja di dada para korps pegawai negeri sipil (PNS) Kota Kembang di bawah kendali Wali Kota Ridwan Kamil dan Wakil Wali Kota Oded M. Danial dalam memberikan pelayanan BANDUNG – Reformasi Birokrasi berhasil terjadi di Pemerintah Kota Bandung. Dua kata itu juga yang menjadi kepada warganya.

Hasilnya signifikan. Dalam waktu dua tahun setengah, berbagai pelayanan publik kian terasa mudah dijangkau dalam genggaman.

Berikut Kilasan Hasil Kinerja Pemkot Sebelum dan Setelah Reformasi Birokrasi :

1Hasil Monitoring dan Evaluasi Komisi Informasi Jawa Barat

Sebelumnya : Urutan ke 17.

Setelahnya : Juara kedua tahun 2015 Penghargaan Pengumuman Informasi Berkala.

Juara ketiga Penerapan UU KIP Terlengkap tahun 2015.

2Launching Rapor Camat dengan hasil 10 indikator

Sebelumnya : Kinerja camat belum berbentuk rapor. Penilaian berbeda-beda

Setelahnya : 10 camat yang memiliki rapor terbaik dipromosikan di bulan Januari 2015, diberi hadiah studi banding ke Korea Selatan

3Launching Hibah / Bansos online

Sebelumnya : Masih terjad kebocoran anggaran dalam penggunaan dana hibah dan bansos, yang berpotensi korupsi

Setelahnya : Dengan memberi proses hibah / bansos secara transparan dan warga bisa memonitor, bahkan mendapat Inovation Award dari Kemenpan .

4Penanggulangan pajak

Sebelumnya : Tim penagih pajak lapangan yang diduga sering menjadi praktik KKN

Setelahnya : Hasilnya mampu menghilangkan rutinitas korupsi senilai lebih dari 25 M .

5  Penerimaan Peserta Siswa Didik Baru masuk SMP / SMA / K secara online

Sebelumnya : Masih menyerahkan perihal suswa kepada masing-masing sekolah yang masih terdapat pro kontra

Setelahnya : Mampu menghapus potensi jual /beli kursi yang disinyalir sekitar lebih dari 30 M per tahun .

6Membentuk TABG ( Tim Ahli Bangunan Gedung )

Sebelumnya : Masih terjadi pungli dalam KKN Bangunan

Setelahnya : Kelompok para ahli profesional dan transparan , yang memeriksa gambar – gambar sebelum diberi IMB oleh Pemkot, mampu menghapus KKN izin bangunan .

7Launching program anti korupsi /grafitikasi

Sebelumnya : Masih terdapat oknum yang memanfaatkan celah bitokrasi di Pemkot Bandung

Setelahnya : Mampu mencegah secara sitematik peluang korupsi di Birokrasi Pemkot Bandung . Hasilnya mendapat 3 award dari KPK di bulan Desember di Yogyakarta .

8Perbaikan rapor pelayananan publik dinas -dinas Pemkot Bandung

Sebelumnya : Pada November 2013 rata-rata mendapat rapir merah

Setelahnya : Setelah direformasi , di bulan Agustus 2014 mendapat awardi dari Ombudsman Pusat karena rata – rata kualitas pelayanan publik sudah rapor hijau .

9Launching LAPOR sistem pelaporan / komplain warga secara online . SMS ke 1708 . Bisa via twitter / facebook .

Sebelumnya : Masyarakat banyak yang mengeluhkan susahnya berkonsultasi dengan pemkot karena terganjal birokrasi

Setelahnya : Per Februari, laporan yang masuk ke berbagai SKPD dapat ditanggulangi hingga mencapai 80 persen

10Penilaian Ombudsman

Sebelumnya: Pemkot Bandung selalu memperoleh penilaian C (Merah) dari Ombudsman terkait dengan pelyanan publik.

Setelahnya : Pada 2016, dari evaluasi pada 22 item pelayanan di 9 SKPD, dari 9 tersebut 2 Hijau dan sisanya Kuning. Ini bukti secara keseluruhan respon pelayanan di Kota Bandung sudah sangat cepat pelayanannya dan bersifat positif. Dari 500 kota kabupaten kota bandung ini rangking 4 nasional

11Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip).

Sebelumnya : Pada 2013 dan 2014, Pemkot Bandung baru memperoleh nilai C untuk untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip).

Setelahnya : Tahun 2015, Kota Bandung mampu memperoleh predikat Akuntabilitas A se-Indonesia