BANDUNG — Jawa Barat tercantum dalam prakiraan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus atau Cb yang diterbitkan BMKG untuk periode 29 Oktober hingga 4 November 2026. Informasi tersebut tersedia pada kanal cuaca penerbangan BMKG.
Dalam prakiraan itu, Jawa Barat termasuk kelompok occasional. BMKG menjelaskan kelompok tersebut dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50 hingga 75 persen.
Angka cakupan spasial itu tidak berarti peluang hujan di setiap alamat mencapai nilai yang sama. Peta dan daftar wilayah merupakan gambaran potensi pada skala prakiraan, sehingga kondisi suatu lokasi dan waktu tertentu dapat berbeda.
Selain Jawa Barat, daftar kategori tersebut juga mencantumkan antara lain Banten dan Jawa Tengah. Informasi ini relevan sebagai perhatian terhadap perubahan atmosfer selama periode yang disebutkan.
Pembaca yang memerlukan kondisi harian di kota atau kecamatan perlu memeriksa prakiraan setempat dan pembaruan peringatan dini BMKG. Berita ini tidak menyatakan hujan lebat atau kejadian bencana telah berlangsung di seluruh Jawa Barat pada 29 Oktober.
Sumber: BMKG, Potensi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus periode 29 Oktober–4 November 2026.

