Sabtu, 17 Oktober 2026
Terkini
Area Bandung

Feeder Metro Jabar Trans Tawarkan Transportasi Non-Tunai di Bandung

helobandung17 Oktober 20262 menit baca
Ilustrasi bus transportasi umum perkotaan. Foto: Aldrin Rachman Pradana/Unsplash

BANDUNG — Warga Bandung memiliki pilihan angkutan umum yang semakin terintegrasi dengan layanan digital melalui Feeder Metro Jabar Trans. Layanan ini menjadi alternatif untuk perjalanan harian di tengah kepadatan lalu lintas Kota Bandung, dengan sistem naik-turun di halte yang telah ditentukan.

Laporan yang terbit Jumat, 16 Oktober 2026, menyebut penumpang dapat membayar perjalanan tanpa uang tunai. Transaksi dilakukan menggunakan kartu uang elektronik atau memindai QRIS pada perangkat yang tersedia di dalam armada. Tarifnya dibedakan menjadi tarif khusus mulai Rp2.000 dan tarif umum Rp4.900.

Dua koridor melintasi titik penting

Feeder 1 atau FD-1 melayani perjalanan dari Simpang Samsat Soekarno-Hatta di kawasan Kiaracondong menuju Pasar Baru ABC. Sementara itu, FD-2 menghubungkan Halte Plaza Telkom Rajawali dengan Kiaracondong untuk perjalanan dua arah.

Koridor tersebut melewati sejumlah pusat aktivitas, antara lain Stasiun Bandung, Pasar Baru, Alun-alun Bandung, dan Trans Studio Mall. Pola layanan berbasis halte membuat perjalanan lebih teratur, meski pengguna perlu memastikan titik naik dan turun sebelum berangkat.

Armada dilengkapi kamera pengawas atau CCTV. Informasi rute, lokasi halte, serta posisi kendaraan secara waktu nyata dapat dilihat melalui aplikasi Metro Jabar Trans. Fitur pelacakan ini membantu penumpang memperkirakan kedatangan armada dan merencanakan perjalanan lanjutan.

Potensi mendorong peralihan moda

Pembayaran digital dan informasi posisi kendaraan menjawab dua hambatan yang sering dikeluhkan pengguna angkutan umum: kebutuhan uang pas dan ketidakpastian waktu tunggu. Namun, manfaat layanan akan semakin terasa jika ketepatan waktu, kondisi armada, konektivitas antarrute, dan akses halte terus dijaga.

Bagi warga, penggunaan transportasi umum juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi kebutuhan membawa kendaraan pribadi ke pusat kota. Calon penumpang sebaiknya memeriksa rute terbaru melalui kanal resmi Metro Jabar Trans sebelum berangkat karena pengaturan operasional dapat berubah.

Sumber: detikJabar, 16 Oktober 2026.