Jumat, 30 Oktober 2026
Terkini
berita utama

30 Ribu Warga Berdesakan, Dua Tewas saat Peresmian Taman Air Mancur Sri Baduga

helobandung20 Februari 20172 menit baca
DUKA DI SRI BADUGA: Sejumlah warga saat menonton pertunjukan air mancur Sri Baduga di Purwakarta beberapa waktu lalu. Di peresmian tahap 3, sebanyak dua orang tewas dan sembilan orang lainnya luka-luka. Insiden tersebut terjadi karena ribuan warga berdesakan untuk menonton pertunjukan dari dekat.

Dedi tak menyangka antusiasme masyarakat terhadap peresmian tersebut bakal membeludak. Bahkan menembus angka 30 ribu orang penonton. Bahkan pertunjukkan air mancur yang semula akan digelar dua kali pun harus ditambah karena warga masih banyak yang belum kebagian.

”Ya memang tadi itu orang yang dari dalam mau ke luar, sementara yang di luar tidak sabar pingin masuk sehingga ada korban. Saya menyampaikan permohonan maaf karena acara sampai ada korban,” jelas Dedi.

Selain meminta maaf langsung pada keluarga korban, Dedi pun memberikan santunan secara pribadi dan santunan kematian sebesar Rp 2 juta yang merupakan program Pemkab Purwakarta sejak dua tahun silam.

Dari informasi yang dihimpun sedikitnya terdapat 14 warga yang mengalami kelelahan dan pingsan yang mendapat perawatan di RS Bayu Asih dan RS Gunung Putri. Hingga Minggu dinihari para korban hampir semuanya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.Dari pantauan, antusiasme warga sangat membludak lantaran sejak ditutup untuk masa perbaikan pada awal Ramadan 2016 lalu taman air mancur baru kembali dibuka. Bahkan antusiasme warga yang membludak itu pun mengakibatkan beberapa pagar rusak bahkan jebol dan taman-taman sekitar menjadi rusak karena diinjak-injak.

Sementara itu, Wakil Direktur RS Bayu Asih Deni Darmawan menyebut, dari tanda dan hasil visum dinyatakan korban meninggal karena kekurangan oksigen dan bukan karena terinjak-injak saat mengantre di luar.

”Tadi sudah divisum (sementara, Red) tidak ditemukan bekas injakan atau luka. Dari wajahnya terlihat membiru itu bisa karena kekurangan oksigen. Bisa juga korban terkena serangan jantung, tapi itu harus dicek dengan otopsi,” papar Deni. (tul/bbs/rie)

Korban Tewas:

  1. Hj. Indra Kusumawati, seorang guru TK Nurul Fitri, warga Gg. Beringin Rt 08/08 Kelurahan Nagrikaler Kecamatan Purwakarta/ Kabupaten Purwakarta.
  2. Yeyet Rohaeti, warga Gang Beringin Rt 08/08 Kelurahan Nagrikaler Kecamatan Purwakarta/Purwakarta.

 

Laman: 1 2 3